Tips Memilih Salmon Untuk MPASI

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berikut ini adalah beberapa tips dalam memilih ikan salmon :
Salmon liar atau salmon ternak? Ketika hendak memberli ikan salmon, Moms dapat menanyakan kepada penjualnya apakah ikan Salmon tersebut liar atau ternak? Kalau liar, pastinya akan lebih bagus, karena umumnya salom liar akan makan ikan yang ada di lautan, sedangkan salmon ternak biasanya makan makanan buatan seperti pelet. Jadi, sudah tentu salmon liar lebih bagus dibandingkan dengan salmon ternak. Selain itu, daging salmon liar akan berwarna merah cerah dibandingkan dengan salmon ternak.
Salmon segar atau salmon beku? Sebelum membeli salmon, Moms dapat menanyakan terlebih dahulu yang mana salmon segar, dan yang mana salmon beku. Salmon beku berarti salmonnya sudah langsung dibekukan setelah ditangkap untuk menjaga kesegaran, sedangkan salmon segar biasanya langsung dikirim ke pasar atau supermarket tanpa dibekukan terlebih dahulu. Yang pasti, coba pegang dagingnya, apakah dagingnya bertekstur kenyal, tidak padat dan tidak berbau busuk.
Bagian mana dari salmon yang Baik untuk MPASI Bayi? Bagian yang terbaik untuk MPASI Bayi yaitu bagian perut salmon. Karena bagian perut salmon ini mengandung omega 3 dan DHA, yang sangat baik untuk nutrisi otak, sehingga mengoptimalkan perkembangan otak bayi.
Lebih baik mana, salmon dengan kulitnya atau salmon daging saja? Kalau saya, memilih salmon yang sudah tidak ada kulitnya, karena tekstur kulit salmon sangat kenyal, saya khawatir, bayi saya juga belum dapat memakannya. Selain itu, apabila ikan salmon terkontaminasi sesuatu, sudah tentu kulit ikan salmon yang terkena dampaknya terlebih dahulu. Jadi, untuk berjaga-jaga saya hanya memberikan daging ikan salmonnya saja
Ketika memberikan ikan salmon saat MPASI pertama kali, coba diberikan sedikit demi sedikit ya mom, untuk mengecek apakah ada reaksi alergi yang ditimbulkan dari pemberian ikan salmon ini. Apabila setelah 4 hari tidak ada reaksi, maka pemberian ikan salmon dapat diteruskan.
Semoga bermanfaat.
By:Â Feimi Wijaya
