Konten dari Pengguna

Tips Mengatasi Granuloma Umbilikalis

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tips Mengatasi Granuloma Umbilikalis

Tips Mengatasi Granuloma Umbilikalis
zoom-in-whitePerbesar

Granuloma Umbilikalis, mungkin beberapa moms ada yg masih asing tetapi ada juga yang sudah tidak asing dengan istilah kedokteran satu ini, karena memang kasus granuloma ini sendiri jarang sekali terjadi. Granuloma Umbilikalis ini merupakan semacam daging/ otot yang tumbuh pada tali pusat bayi. Bagaimana ini bisa terjadi? 

Jujur saya sendiri kurang terlalu paham. Tetapi hal ini terjadi pada anak ku, dan aku mau sharing sedikit cara mengatasi/tips agar para new moms seperti saya di luar sana jangan terlalu panik apabila nanti mungkin anak moms mengalami hal yang sama.di awal aku dan suami mengira tali pusar anak kami sudah puput secara normal karna pada saat itu memang terlihat pusar nya sudah bersih dan puputnya juga agak lama ketika anak kami usia 13 hari. Seiring berjalan waktu pusar anak ku kadang terlihat bersih kering,tetapi kadang terlihat basah tetapi tidak ada bau busuk. Awal kami mengira itu biasa dan anak kami juga tidak memberi tanda berarti yang menunjukan bahwa itu mengganggu ataupun sakit. Lama kelamaan pada pusarnya mulai terlihat daging menonjol kami mengira anak kami “udel bodong” istilah orang orang,sehingga akhirnya kami biarkan.Pertama pusarnya hanya sering basah,kami keringkan nanti akan basah dengan sendiri nya lagi,tetapi tidak berbau sama sekali. Lama kelamaan daging kecil timbul dan pada ujungnya berwarna merah seperti darah beku dalam daging,itulah kami mulai menebak nebak dan takut bahwa itu berbahaya atau mengganggu.Suatu ketika kebetulan anak kami rewel,kami mengira apakah mungkin itu karna daging yang timbul pada pusarnya??Tak lama setelah itu kebetulan hari itu jadwal anak kami untuk vaksin,jadi sekalian kami cek kan di DSA dan ternyata dia bilang bahwa itu Granuloma Umbilikalis. Sontak saat itu kami kaget karna tidak familiar dengan istilah itu,lantas suami aku langsung bertanya kepada DSA kami “apakah itu berbahaya?bagaimana bisa terjadi?apakah itu berpengaruh pada pencernaan nya?

DSA kami langsung mengatakan “tenang,itu tidak berbahaya dan tidak mengganggu pencernaannya,bahkan sebetulnya itu tidak sakit sama sekali.” Bahkan dia memberi saran untuk googling saja tetapi dengan mencari info lebih dalam yang sesuai dengan standart IDAI sehingga nantinya kami tidak menerka nerka sendiri lagi. Akhirnya DSA kami menyarankan kami untuk memberi tetesan Albothyl pada pusarnya karna itu obat yang sebetulnya cukup keras tetapi sangat ampuh untuk pengobatan luar,tetapi sayang nya pada saat ini Albothyl sangat susah dicari karna sudah ditarik dari peredaran karna kandungannya yg keras. Jalan lain nya adalah

dengan Silver Nitrat tetapi di Indonesia tidak ada hanya ada di LN tetapi itu juga dibatasi dan harus dengan resep dokter.Singkat cerita,kami menuruti perkataan DSA kami dengan memberi nya Albothyl. Kami berusaha keras mencari di apotik apotik yang ada hingga akhirnya kami mendapatkan di salah satu apotik,akhirnya kami berjaga jaga dengan membeli lumayan banyak sebagai stok. Puji Tuhan kami baru menggunakan nya 1,5 botol kurang lebih kurun waktu 1 bulan daging yang tumbuh itu lepas dengan sendirinya dan pusar anak kami benar benar kering dan bersih hingga sekarang.Well,para moms mungkin memang mustahil bagi kita untuk tidak panik ketika anak kita mengalami sesuatu yang seperti itu,apalagi jika seperti saya dan suami sebagai new parents. Tapi jika kita panik itu tidak akan menyelesaikan masalah,dan sebaiknya kita konsultasikan ke DSA masing masing jika kita memang merasa itu mengganggu atau memiliki indikasi lain.Semoga sharing ini bisa membantu para parents lainnya.