Konten dari Pengguna

Tips Mengatasi Hiperlaktasi

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tips Mengatasi Hiperlaktasi
zoom-in-whitePerbesar

Bagi Moms yang sedang dalam masa mengASIhi, ternyata tidak hanya ASI sedikit saja yang membuat kita khawatir. Namun produksi ASI yang berlebih juga dapat mengganggu pikiran kita para new Moms.

Saya sendiri mengalami produksi ASI berlebih saat usia Haelson seminggu. Hal itu tentu saja sangat membuat saya tidak nyaman karena ASI yang bocor dan membuat pakaian saya basah. Bukan hanya itu saja, bahkan ketika saya menyusui Haelson, ia kaget karena ASI menyembur kencang hingga membuatnya tersedak dan akhirnya menolak menyusui. Dan hal itu tentu saja membuat saya sedikit stres.

Bagaimana cara mengatasi hiperlaktasi?

Memerah ASI terlebih dahuluSebelum memulai sesi menyusui, saya meminta suami atau ibu untuk menenangkannya dulu. Dan disaat itu pula saya memerah keluar ASI sekitar 30% sehingga bayi tidak akan kaget karena semburan yang kencang.

Perhatikan posisi bayi saat menyusuiKeluarnya ASI mengikuti gaya gravitasi. Untuk itu usahakan Moms memilih posisi agak miring ke belakang sehingga aliran ASI bisa lebih lambat. Jangan lupa untuk letakkan handuk atau kain di bawah payudara untuk mencegah tetesan ASI membasahi bayi kita ya Moms.

Berhenti sejenak mengASIhiKetika bayi kewalahan menghadapi aliran ASI yang deras, ia akan menyusu sambil mengamuk. Saat itu terjadi, Moms bisa berhenti sejenak dan menyendawakan bayi agar ia tidak memuntahkan ASI yang telah masuk ke tubuhnya.

Nah, jangan khawatir ya Moms jika produksi ASI berlebih di awal kelahiran. Biasanya hal itu akan berlangsung beberapa minggu setelah kelahiran bayi, lalu produksi ASI akan beradaptasi sesuai kebutuhan bayi. Jangan berhenti untuk menyusui si Kecil sampai minimal 6 bulan.

Semoga bermanfaat.

By: Mellifika Yap