Konten dari Pengguna

Tips Mengatasi Kontraksi Palsu ala Mom Yosefina

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hai Moms, kehamilan apalagi jika sudah memasuki trimester ketiga pasti banyak mengalami hal yang 'kurang nyaman' seperti sakit pungggung, susah tidur, maupun kontraksi palsu. Nah, yang mau kita bahas adalah kontraksi palsu atau yang dikenal dalam dunia medis yaitu Braxton Hicks. Ciri kontraksi palsu ini diantaranya perut terasa kencang dan keras, datangnya tidak teratur atau hilang timbul dan durasi hanya sebentar biasanya kurang dari 1 menit.

Pengalaman dulu waktu hamil kedua nih Moms sering banget ngalamin ini memasuki usia kehamilan trimester kedua, kebetulan jarak hamil petama dan kedua berjarak 3 bulan setelah di kuret karena janin meninggal di usia kehamilan 6 bulan. Ditambah sebagai working Moms pikiran harus terbagi antara keluarga, si bayi dan kerjaan jadinya sering kecapekan dan ujung-ujungnya kontraksi palsu. 

Ini ya Moms sedikit tips untuk mencegah dan mengurangi rasa mules, semoga dapat membantu untuk Moms yang mengalami hal yang sama.

  1. Pikiran harus selalu positif. Jangan mikir yang aneh-aneh karena kalau pikiran kacau ujung-ujungya panik jadi makin mules Moms.
  2. Lakukan aktivitas yang membuat Moms semakin rileks.
  3. Jangan sampai kecapekan. Kita yang bisa mengukur diri kapan harus istirahat.
  4. Banyak minum air putih karena dehidrasi juga bisa menjadi salah satu pemicu.
  5. Tidak melakukan pekerjaan berat, seperti mengangkat barang yang terlalu berat.

Jika kontraksi palsu sudah terlanjur datang segera istirahat rebahan atau berbaring bisa mengurangi rasa tidak nyaman. Namun jika kontraksi palsu makin menjadi segera hubungi dokter, ya, karena pengalaman hamil kemarin sampe flek karena terlalu sering kontraksi. Akhirnya diberi obat antikontraksi oleh dokter dan harus istirahat total.

Semoga bermanfaat.

By: Yosefina A via Babyologist