Konten dari Pengguna

Tips Menyimpan dan Menyajikan ASI Pompa

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tips Menyimpan dan Menyajikan ASI Pompa

Setelah memompa ASI, Moms harus menyimpannya dengan benar agar kualitas ASI Perah (ASIP) tetap terjaga saat Moms menyajikannya kepada si Kecil di lain waktu. Perhatikan beberapa tips menyimpan dan menyajikan ASIP berikut ini.

Tempat menyimpan ASIP yang baik

Untuk menyimpan ASIP, gunakan kantong penyimpanan ASIP baru atau wadah aman makanan dengan tutup yang pas. Banyak produk pompa payudara dilengkapi dengan wadah/kantong penyimpanan ASIP. Jika Moms menggunakan wadah plastik, pastikan wadah tersebut bebas BPA.

Cara menyimpan ASIP yang baik

Berikut ini pedoman penyimpanan ASIP yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat yang dapat Moms jadikan referensi:

- ASIP yang disimpan dalam suhu kamar bertahan maksimal empat jam. Jauhkan ASIP dari sumber panas seperti kompor atau sinar matahari.

- ASIP dapat disimpan dalam tas pendingin berisolasi dengan ice packs beku hingga 24 jam. Setelah itu, segera gunakan atau taruh di kulkas atau freezer.

- ASIP yang disimpan di dalam kulkas bertahan hingga empat hari. Untuk penyimpanan lemari es dan freezer, taruh ASIP lebih dekat ke bagian belakang karena suhu di bagian tersebut lebih stabil.

- ASIP yang disimpan di dalam freezer dapat bertahan hingga 12 bulan (6 bulan untuk kualitas terbaik). Jika menggunakan kantong penyimpanan ASIP, sisakan sekitar satu inci ruang di bagian atas tas untuk memungkinkan cairan mengembang saat membeku. Untuk menghemat uang, Moms dapat membekukan kantong penyimpanan ASI dengan rata dan menumpuknya di atas satu sama lain. Untuk menghindari pemborosan, bekukan dalam jumlah sedikit (2-4 ons).

- Pastikan untuk memberi label pada setiap wadah dengan tanggal saat ASI diekspresikan. Gunakan susu tertua terlebih dahulu. Apabila Moms menitipkan si Kecil di pusat pengasuhan anak, tuliskan juga nama si Kecil di wadah ASIP tersebut.

Cara menghangatkan dan mencairkan ASIP

Sebenarnya, tidak apa-apa untuk memberikan ASIP pada suhu kamar atau bahkan suhu dingin. Namun, jika Moms ingin menghangatkannya, pegang wadah yang tersegel di bawah air mengalir yang hangat atau letakkan di mangkuk berisi air hangat. Tes suhu di pergelangan tangan Moms sebelum menyajikannya kepada si Kecil.

Moms dapat mencairkan wadah ASI beku dengan beberapa cara berbeda:

- Gunakan penghangat ASI elektrik. Alat ini bisa digunakan di rumah atau di mobil.

- Tempatkan botol penyimpan ASIP ke dalam panci atau mangkuk berisi air hangat dan diamkan beberapa saat. Jangan pernah menaruh mangkuk tersebut di atas kompor yang menyala.

- Apabila ditempatkan di lemari es, ASIP butuh waktu sekitar 24 jam untuk mencair. Setelah dicairkan, sajikan dalam waktu 24 jam. Ingatlah bahwa tidak aman untuk membekukan kembali ASI.

- Jika ASIP perlu disajikan segera, tempatkan wadah penyimpanan ASIP di bawah air mengalir dengan suhu biasa. Lalu, lanjutkan dengan mengalirkan air hangat ke atasnya. Jika belum cukup hangat, tempatkan wadah ASIP tersebut di dalam mangkuk berisi air hangat.

- ASI seharusnya tidak pernah dihangatkan atau dicairkan dalam microwave karena dapat dengan mudah menjadi panas, yang membunuh nutrisi dan kandungan antibodi, atau panas yang tidak merata, yang dapat membakar si Kecil. Selain itu, ASIP yang dimasukkan ke dalam botol lalu dihangatkan dengan menggunakan microwave dapat menyebabkan bintik-bintik pada botol. Bintik-bintik tersebut muncul karena suhu panas microwave.

Setiap kali Moms menghangatkan atau mencairkan ASIP, sajikan dalam waktu maksimal dua jam.

Cara menyimpan ASI yang tersisa dari menyusui

Jika si Kecil tidak menghabiskan satu botol ASI, Moms bisa memasukkan sisanya ke dalam lemari es dan menggunakannya dalam waktu dua jam. Ingatlah bahwa ASI tidak boleh dihangatkan lebih dari sekali karena dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri.