Konten dari Pengguna

Tips si Kecil Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Sekitar

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tips si Kecil Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Sekitar
zoom-in-whitePerbesar

Seringkali kita mendapati anak-anak yang cenderung takut dengan orang baru di sekelilingnya. Ketika ada orang yang asing dilihatnya mendekat, ataupun ketika ada yang menggendongnya seketika bayi Anda langsung menangis, bahkan ada yang hanya sekedar dilihat si Kecil langsung menangis.

Jangan cemas, itu adalah refleks bayi terhadap orang baru di sekitarnya, namun tak dapat dipungkiri kita sebagai orang tua ingin anak kita mudah bergaul sejak dini.

Tips agar Anak tidak Merasa Asing dengan Lingkungan Sekitarnya

Kenalkan Anak Sedini Mungkin dengan Orang di SekitarnyaSeperti tetangga, agar bayi terbiasa melihat orang lain selain orang tuanya.

Ajak Anak untuk Mengenal Dunia SekitarnyaJangan pelit berbicara ketika Anda sedang jalan bersama anak, seperti “Dek, liat itu ada kucing, ada kuda dll”.

Tanamkan Sejak Dini bahwa Orang-orang di Sekitarnya Semua MenyayanginyaKatakan segala hal positif tentang orang yang baru ditemuinya. Mungkin Anda berpikir bayi Anda belum mengerti, tapi percayalah bayi sudah belajar tentang dunia sejak dari dalam kandungan.

Tetap Dampingi Anak Anda Ketika Ada Keluarga atau Kerabat Sedang MenggendongnyaSelalu berikan senyum dan hibur anak agar tetap merasa nyaman berada dengan orang lain. Bayi yang menangis ketika dia berpindah dari gendongan ibu ke orang lain karena dia merasa bahwa Anda meninggalkannya dan membuat bayi tidak nyaman.

Perhatikan Kenyamanan BayiJangan sungkan untuk memberitahu kepada orang yang baru bertemu bayi Anda, apa yang tidak disukai dan apa yang disukai si Kecil. Misalnya, cara menggendong bayi Anda seperti apa atau mungkin bayi Anda memiliki daerah sensitif.

Semoga bermnafaat.

By: Rifka Ruby