Tips Sukses Toilet Training di Malam hari

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagian ibu bertanya mengapa anaknya sukses lepas diaper di siang hari, namun tidak berhasil di malam hari. Siapa yang mengalami masalah serupa?
Menurut penelitian, anak-anak mengompol di malam hari karena sistem saraf di otaknya belum siap memberikan sinyal ingin buang air pada tubuh.
Toilet training di siang hari biasanya lebih gampang dilakukan, karena baik anak maupun ibu (ataupun pengasuhnya) dalam keadaan sadar artinya tidak tidur. Kalaupun tidur siang, hanya 1-2 jam, yang artinya anak hanya perlu menahan pipis sebentar saja. Bagaimana jika di malam hari?
Kira-kira sudah 3 bulanan ini, Bradvin sudah tidak saya pakaikan diaper di malam hari. Kalau di siang hari baik pergi-pergi maupun tidur siang memang sudah lepas diaper sama sekali.
Mau dengar cerita suksesnya? Modalnya hanya perlak (alas ompol) dan alarm HP saja Moms.
Langkah pertama yang saya lakukan untuk memulai toilet training di malam hari adalah dengan sounding, sebelum tidur saya selalu katakan pada dia berulang ulang : "Bradvin, mulai malam ini dan seterusnya sudah tidak pakai diaper lagi ya, karena Vin sudah besar. Orang besar tidak pakai diaper, hanya adik bayi yang pakai diaper. Jadi tiap mau pipis, bangunin mama ya." Dijawab dengan "iya." Lanjut dengan lapisi tempat tidurnya dengan perlak lalu tidur.
Kemudian saya siap-siap pasang alarm di HP. Setiap 2 jam sekali. Hal ini saya lakukan di awal untuk mengetahui ritme pipisnya.
Sebelum memulai toilet training malam hari ini , saya sudah mengumpulkan niat untuk tidak berhenti di tengah jalan dan memberanikan diri untuk menerima segala risiko yang mungkin akan dihadapi, seperti harus ganti baju (atau mungkin seprei) di tengah malam dan juga merelakan waktu tidur saya untuk sementara. Demi kebaikan si anak tentunya. Dan juga demi penghematan.
Jadi setiap alarm bunyi, mau tidak mau saya harus bangkit dari tempat tidur, dan bawa dia ke kamar mandi (kebetulan kamar mandi ada di dalam kamar). Alarm pertama jam 12 malam. Saya bangun dan langsung angkut dia ke kamar mandi sambil dibisikkan, kita pipis ya sayang. Dalam kondisi setengah sadar, sambil saya pegangi dia pipis dan setelah balik ke tempat tidur, berhasil langsung tidur kembali. Hore! Tadinya saya pikir dia akan segar karena dibangunin.
Kemudian alarm selanjutnya jam 2 pagi, jam 4, dan jam 6 pagi, dengan situasi serupa.
Cara ini dilakukan berulang setiap malam, perlahan dia mulai memahami.
Malam kelima, saya coba lakukan perubahan, saya set alarm hanya dua kali, dari yang sebelumnya empat kali. Saya set alarm jam 1 dan jam 4 pagi. Alarm jam 1 aman, seperti biasa. Namun jam 3 dia terbangun dan ternyata ngompol. Tidak apa-apa , hal ini tidak mengurungkan semangat saya. Memang kita harus mengenali ritme pipis si anak. Sekalian dijadikan kesempatan untuk kasih tau dia, sambil digantiin bajunya, "Nah enggak enak kan nak, malam-malam basah dan harus ganti baju, makanya kalau mau pipis bilang mama yaa". Dengan ini harusnya dia mikir, oh iya, ribet malam-malam harus ganti baju, dan pasti nggak nyaman basah-basah, mending panggil mama.
Besoknya, saya set alarm lagi. Kali ini jam 1 dan jam 3 pagi. Lancar jaya. Dari jam 3 pipis terakhir, sudah aman sampai pagi.
Demikian saya lakukan terus menerus sampai minggu ketiga saya sengaja tidak pasang alarm dan ternyata aman-aman saja. Dia terbangun sendiri sekitar jam 1 pagi, minta pipis sendiri setelah itu lanjut tidur lagi.
Oh ya, salah satu tipsnya juga jangan lupa beri pujian, setiap kali kami berhasil melewati malam tanpa ompol, di pagi harinya saya pasti akan beri pujian terhadap Bradvin, "Wah Bradvin good boy, tadi malam bobonya pinter gak pakai pampers dan gak ngompol, anak mama hebat, sudah besar" Biasanya kalo dipuji begini dia akan senyum-senyum bangga dan makin semangat.
Tips lainnya adalah, batasi asupan cairan si Kecil di malam hari minimal 1 jam sebelum tidur. Hal ini agar kantong kemih si anak tidak kepenuhan dan otomatis mengurangi frekuensi buang air kecilnya.
Untuk Moms di sana yang baru mau mulai toilet training malam hari, semangat Moms! Karena pada dasarnya anak-anak itu pintar beradaptasi. Asal Moms konsisten, yakin pasti berhasil.
Saya pernah baca salah satu artikel menyebutkan bahwa saat anak tidak mengompol selama 5 sampai 10 hari berturut turut, Moms mungkin dapat melepas popok selamanya :)
Semoga bermanfaat.
By: Cindy Kartika via Babyologist
