Konten dari Pengguna

Tongue Tie, Harus Operasikah?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tongue Tie, Harus Operasikah?

Hai mommies sebelumnya ada yang pernah mengalami hal yang sama kah? Kasus Tongue tie ini memang tidak terlalu banyak, sehingga jarang orang yang tahu termasuk saya.

Tongue tie atau lidah terikat adalah kondisi dimana Frenulum lidah (jaringan tipis di bawah lidah bagian tengah yang menghubungkan antara lidah dan bagian dasr mulut) ini terlalu pendek. Biasanya kondisi ini terjadi pada bayi baru lahir dan lebih banyak terjadi pada bayi laki laki dibandingkan bayi perempuan

Anak kedua saya Ayyash mengalami tongue tie. Ketika baru baru lahir memang wajar bayi belun bisa menyusu dengan baik jadi saya belum curiga. Namun ketika hari ketiga, saya mulai merasa aneh karena Ayyash ini menyusu lama banget, kaya gak kenyang kenyang, bisa sampe 2-2,5 jam menyusu tanpa lepas dan selalu memangis. Setelah menyusu selang 1 jam dia haus lagi dan pastinya menyusu lagi sekitar durasi jam sama yaitu 2-2,5jam disertai tangisan, karena sering lepas pas menyusu itu. 

Kebayang kan moms capek nya kayak apa, udah capek stress juga karena kasian menyusu nya lepas lepas. Saya jadi ingat kejadian pengalaman menyusui anak saya yang pertama, yang akhirnya harus pakai susu formula karena kejadian yang sama bayi tidak bisa menyusu. Karena anak kedua ku ini full aku urus tidak ada yang bantu siapapun termasuk mertuaku, jadi aku lebih teliti. Akhirnya terjawab pas anakku ini nangis, aku liat kok tali lidah nya pendek? Langsung aku searching hal serupa dan ternyata benar lidah anakku termasuk kategori tongue tie

Ketika aku searching mengenai tongue tie dan pengalaman pengalaman yang serupa, hatiku kian sedih dan takut karena rata rata dilakukan operasi untuk penanganan kasus ini. Jadi sebelum periksa kedokter aku persiapkan mental dan keuangan dulu takut ternyata harus dilakukanhal yang sama.

Sekitar usia 3-4 minggu aku observasi anakku, dan selama itu akhirnya dia bisa menyusu meski durasi masih lama tapi tidak separah pas awal awal, sekarang Ayyash menyusu hanya sekitar 1-1,5 jam. 

Lalu kami memutuskan untuk konsul ke DsA, dan Alhamdulillah anakku tidak perlu di operasi. DsA ku ini orangnya asik banget dan cerdas banget yang terpenting dia selalu jujur. 

Pertimbangan anakku tidak harus dilakukan tindakan operasi :

Seluruh organ tubuh bayi akan berkembang termasuk lidah, dengan terus distimulasi menyusui maka lidah akan terbiasa dan lentur sehingga nantinya tidak sulit untuk menyusu, menelan ataupun berbicara

Hal yang kutakutkan adalah anakku bicara nya nanti cadel kalau ga di lakukan operasi. Namun dokter bilang kalau cadel tidak ada hubungannya dengan tongue tie

Bayi masih bisa menyusui, meski durasi masih lama tapi bayi sudah pintar menyusu dan tidak sering terlepas lepas lagi

Nah yang penting Berat Badan Bayi naik, tidak tetap atau menurun. Dan alhamdulillah Ayyash selama kurang lebih 1 bulan ini naik 1kg an

Dari hasil pemeriksaan fisik, keadaan tongue tie anakku tidak perlu dilakukan operasi

Nah begitulah kira kira hasil sharing dengan dokter nya Ayyash, Alhamdulillah waktu itu ketemu DsA yang ga terlalu pro operasi operasian dan hasilnya memang tepat, anakku sekarang usia 1 tahun dan tidak berpengaruh dengan tongue tie nya. Berat badan selalu naik, menyusu juga pinter dan bicara juga normal dengan usia.

Setelah kejadian itu saya jadi ingat dengan kejadian anak pertama ku. Kakak dulu juga mengalami hal yang sama dan aku gak periksain karena mertua yang jaga dan gak ada yang mendukung untuk kasih terus ASI sehingga dulu aku mengalami Abses mamae dan anakku jadi pakai susu formula.

Ternyata pas aku lihat lidah kakak sekarang, memang kayaknya dulu dia juga tongue tie. Oh iya biasanya tongue tie ini genetik, pas aku lihat ternyata abinya anak anak juga tongue tie tapi alhamdulillah bicara nya gak cadel.

Sekian sharingku kali ini, semangat terus mengASIhi ya moms. Jangan menyerah.