Konten dari Pengguna

Trik Efektif Mengatasi Anak Pemalu di Sekolah

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak Pemalu. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak Pemalu. Foto: Shutterstock

Memasuki usia sekolah, si Kecil akan mengalami perubahan besar dalam tahap kehidupannya. Jika sebelumnya dia hanya mengenal lingkungan rumah dan sekitarnya, maka saat mulai sekolah, ia akan menghadapi orang dan lingkungan baru.

Ada anak yang akan senang dengan hal baru tersebut. Namun, tidak sedikit anak yang merasa takut dan malu. Nah, inilah beberapa trik untuk mengatasi anak pemalu di sekolah yang bisa Moms coba lakukan.

Cara Melatih Anak Agar Tidak Malu

  1. Pupuk rasa percaya diri si Kecil

Rasa malu biasanya timbul karena si Kecil merasa tidak percaya diri. Akan tetapi, jangan pernah memberi tahu si Kecil bahwa dia mempunyai kepribadian pemal, karena itu justru bisa membuatnya semakin merasa rendah diri. Berilah dia waktu untuk menyesuaikan diri dengan orang dan lingkungan baru yang dihadapinya, yaitu; sekolah, guru, dan teman sekelasnya.

  1. Bantu si Kecil berinteraksi

Si Kecil yang pemalu mungkin mengalami kesulitan untuk memulai hubungan dengan orang asing. Jika demikian, bantulah dia untuk menjalin interaksi dengan orang baru. Temani saat dia bermain, dan ajak dia untuk bergabung dengan teman-temannya. Semakin lama, si Kecil akan semakin merasa nyaman dan bisa melakukannya sendiri.

  1. Tunjukkan rasa empati kepada si Kecil

Katakan pada si Kecil bahwa Moms dulu juga malu dan takut bertemu orang dan lingkungan baru seperti dia saat ini. Jangan lupa untuk menunjukkan padanya bagaimana cara untuk mengatasi rasa malu tersebut. Inilah yang disebut dengan empati orang tua terhadap anak yang mana merupakan salah satu trik efektif yang bisa menjadi solusi mengatasi anak pemalu di sekolah.

  1. Latih si Kecil menghadapi situasi sosial

Sesekali, temani si Kecil saat jam istirahat sekolah dan biarkan dia membeli sendiri makanan yang ada di kantin. Ajarkan padanya cara memesan sendiri apa pun yang ingin dia makan. Lambat laun, rasa malu menghadapi orang asing akan berkurang dan si Kecil menjadi lebih berani. Dorong si Kecil agar mau bermain dengan teman-temannya juga.

Penyebab Anak Menjadi Pemalu

  1. Pola asuh orang tua

Cara mendidik yang salah bisa menyebabkan anak menjadi seseorang yang pemalu. Orang tua yang cenderung terlalu melindungi anak dan sering melarang mereka melakukan sesuatu, biasanya akan membentuk pribadi yang tidak percaya diri. Maka dari itu, lindungi si Kecil seperlunya saja. Biarkan si Kecil melakukan hal yang dia sukai dan mengekspresikan apa yang dia rasakan.

  1. Selalu dituntut menjadi juara

Adalah hal yang wajar jika orang tua menginginkan anaknya menjadi seseorang yang berprestasi. Akan tetapi, jangan pernah memaksakan keinginan tersebut pada si Kecil. Pada hakikatnya, setiap anak memiliki kelebihan masing-masing dan tidak bisa jika harus menjadi juara dalam segala hal. Lebih baik, carilah apa minat serta bakat si Kecil dan bantu dia menggali potensi minat dan bakatnya agar bisa berprestasi secara maksimal.

  1. Korban Bullying

Sifat pemalu juga bisa timbul karena si Kecil menjadi korban bullying (perundungan). Korban bullying biasanya merasa rendah diri. Konsultasikan hal ini ke sekolah dan jika perlu ke ahli medis terkait untuk menyelesaikan kasus perundungan yang dialami si Kecil.

  1. Jarang diajak berinteraksi dan bersosialisasi

Orang tua yang sibuk bekerja seharian akan lebih sering meninggalkan anak dengan pengasuhnya saja di dalam rumah. Pada akhirnya, anak menjadi tidak pernah berinteraksi dan bersosialisasi dengan sekitarnya lalu tumbuh menjadi pemalu. Jika Moms & Dads memang sibuk dan jarang berada di rumah, luangkan waktu saat hari libur untuk berinteraksi dengan si Kecil. Ajak dia mengunjungi rumah kerabat sehingga dia bisa bersosialisasi dengan keluarganya.