Virus Roseola pada Bayi

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Virus Roseola pada Bayi
Halo moms, Hari ini saya mau bercerita soal pengalaman anak saya, Baby J terkena virus roseola.
Jadi seminggu yang lalu kami sekeluarga pergi berlibur ke Bali. Tiba-tiba di hari ketiga baby J demam. Suhunya berkisar 37-38° celcius dan berlanjut hingga 3 hari. Suhu tubuh baby J turun apabila diberi parasetamol, namun setelah 3 jam kembali naik dan begitu seterusnya, dibarengi juga dengan diare ringan 1-2 kali per hari.
Pada hari ketiga baby J demam, kami bertolak kembali ke Surabaya. Saat itu suhu tubuh baby J mulai stabil di angka 36.5-37° celcius. Namun pada malam harinya kembali naik ke 38° celsius sehingga kami segera ke dokter.
Di dokter kami diberi parasetamol yang diracik dengan anti radang, saat itu dokter vonis ada virus atau bakteri di perut karena ada diare dan menyarankan memberi antibiotik apabila esok hari masih demam.
Keesokan harinya suhu tubuh baby J mulai stabil kembali di 36-36° celsius. Namun di wajah, perut, dan punggung muncul ruam dan bintik-bintik pink yang tidak menonjol. Diare hanya 1 kali dalam hari ini.
Keesokan harinya bintik di wajah dan punggung mulai hilang, berganti dengan bintik di tangan dan kaki, ruam di perut masih tersisa sedikit. Diare sudah hilang. Sehari setelahnya, baby J sudah tidak demam dan diare. Bintik di seluruh tubuh sudah hilang.
Virus roseola ini sekilas terlihat sama seperti campak. Perbedaan gejala roseola dan campak:
Roseola:
• Bintik pink muncul setelah demam turun
• Diare ringan
• Biasanya menyerang anak dibawah 2 tahun karena sistem imun belum kuat
Campak:
• Batuk pilek
• Mata berair
• Bintik muncul saat demam masih berlangsung
• Dapat menyerang semua umur.
Virus roseola dinilai lebih ringan daripada campak. Pemulihan lebih cepat dan gejala berlangsung cenderung singkat dan komplikasi yang jarang.
Obat yang dapat diberikan adalah parasetamol untuk mengurangi demam dan rasa tidak nyaman, vitamin imun-- untuk baby J saya gunakan echinacea, dan interlac-- untuk menanggulangi diare. Istirahat yang cukup dan minum banyak cairan, sebaiknya makan bubur atau nasi tim yang lunak dan mudah dicerna. Perlu dicatat virus tidak dapat diobati dengan antibiotik.
Penularan penyakit ini dapat melalui udara (bersin, air liur, dll), sentuhan langsung, dll. Jadi moms, apabila anak diduga terkena virus baik roseola, rubeola, maupun campak disarankan untuk stay dirumah dulu agar tidak menulari orang lain. Dan biasakan utnuk sering mencuci tangan atau gunakan hand sanitizer ya Moms.
