Konten dari Pengguna

Waspada Bila Anak Menelan Benda Asing

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasa keingintahuan yang tinggi pada Zikri (26 bulan) membawanya pada suatu sore yang entah bagaimana tiba-tiba saja saya dapati dia tengah asyik mengunyah. Seketika saya kaget karena dia sedang memegang earphone.

Ya, dia sedang mengunyah karet earphone. Spontan saya meminta dia mengeluarkan benda tersebut, namun ia menyeringai tanda tak setuju.

Seakan menantang saya untuk menelan, semakin dipaksa ia semakin memberontak. Satu karet earphone keluar, namun malangnya satu lagi tidak. Entah sengaja atau tidak karet itu tertelan.

Saya cepat berpikir rasional, mengecek keadaan Zikri. Tapi tidak ada tanda gawat yang terjadi saat menelan benda tersebut. Seperti tersedak atau dilanjut dengan sesak nafas. Dia tampak baik-baik saja.

Kemudian saya beri air minum sebanyak mungkin, mengamati beberapa jam kemudian namun anak itu tampak aktif seperti biasa. Untuk membuang kekhawatiran, kami mengajaknya ke dokter. Beruntung dokter menenangkan dengan memberi penjelasan bahwa jika anak menelan sesuatu dan ia tidak tersedak maka kemungkinan besar benda tersebut masuk ke dalam saluran pencernaan dan akan dikeluarkan lewat feses. Jadi yang perlu saya lakukan hanya menunggu ia segera buang air besar dan berharap karetnya keluar lewat feses.

Setelah menunggu dua hari, akhirnya penantian saya selesai. Lega sekali karet earphone yang tertelan sudah keluar. Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Tidak boleh lengah sedikit pun di masa segala ingin tahunya Zikri seperti sekarang.

Perlu kita ketahui bahwa jika anak menelan benda asing dan menunjukkan gejala tersedak, maka Moms bisa melakukan Heimlich maneuver (pertolongan terhadap choking atau tersedak) dengan cara seperti:

  1. Posisikan diri kita berdiri atau berlutut di belakang anak, sambil melingkarkan tangan Moms ke tubuh anak.
  2. Kepalkan salah satu tangan dan letakkan tepat di atas pusarnya.
  3. Menggenggam kepalan tangan lalu dorong dengan cepat ke arah atas.
  4. Terus lakukan dorongan sampai objek keluar atau si kecil dapat bernapas kembali.

Ada baiknya upaya pencegahan kita lakukan dengan menata barang-barang yang berbahaya jauh dari jangkauan anak. Jika terjadi hal seperti saya di atas, tetap tenang dan berikan penanganan terbaik ya Moms. Jangan ragu hubungi dokter terkait jika ada tanda darurat.

 

Semoga bermanfaat.

By: Chriesty Anggraeni

Copyright by Babyologist