Waspada Campak Jerman Mengintai Ibu Hamil

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit rubella atau campak jerman merupakan infeksi virus yang dapat menyerang tubuh, bahkan virus ini dapat menular. Penularan virus campak meliputi benda yang digunakan secara bersamaan atau melalui udara saat penderita batuk dan bersin. Namun campak jerman pada Moms hamil, memiliki risiko yang sangat serius karena bisa menyebabkan kematian pada janin atau bayi yang terlahir cacat bawaan atau lebih dikenal istilah congenital rubella syndrome.
Bahaya campak jerman pada Moms hamil
Penyakit ini sangat berbahaya khususnya pada Moms hamil dan janin. Bagi siapapun yang tidak melakukan vaksinasi campak jerman, kemungkinan besar akan terkena penyakit seperti ini. Campak jerman berbahaya bila Moms terinfeksi pada awal masa kehamilan, umumnya pada trimester pertama. Selain itu congenital rubella syndrome adalah di mana kondisi janin di dalam rahim terinfeksi virus yang bisa mempengaruhi perkembangan pada janin. Cacat bawaan lahir yang sering ditemukan seperti:
Katarak
Tuli
Kelainan jantung
Cacat intelektual
Kerusakan hati pada limpa
Ruam kulit ketika lahir
Komplikasi lain dari campak jerman seperti
Kerusakan otak
Tiroid atau masalah pada hormone
Radang paru – paru
Autisme
Diabetes mellitus
Glaucoma
Gejala campak jerman atau rubella
Sebagian orang yang terkena campak jerman tidak mengalami gejala apa-apa. Penderita campak jerman akan mengalami gejala tetapi lebih ringan di bandingkan dengan penderita dewasa. Namun, penyakit ini bisa menularkan virus. Gejala yang terjadi pada campak jerman seperti :
Mengalami demam disertai keringat
Sakit kepala
Hidung tersumbat
Mata merah berair
Kurang nafsu makan
Pembengkakan di bagian kelenjar getah benih
Nyeri sendi disekitar jari jemari dan tangan
Ruam kemerahan berbentuk bintik-bintik dibagian wajah dan menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini akan berlangsung selama 1 – 3 hari.
Bila anda mengalami gejala seperti itu, sebaiknya berkonsultasilah ke dokter.
Pencegahan campak jerman
Untuk menghindari atau mencegah terjadinya virus campak jerman atau rubella, langkah yang paling optimal yaitu dengan :
Melakukan vaksinasi campak jerman atau rubella. Khususnya bagi wanita yang merencanakan kehamilan, 90 % orang yang melakukan vaksinasi terhindar dari penyakit tersebut. Semenjak dilakukan program vaksinasi masal, tercatat jumlah kasus rubella menurun. Pemberian vaksin rubella di wajibkan kepada anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun.
Pencegahan selanjutnya yaitu dengan menghindari kontak langsung dengan penderita campak jerman, terutama Moms hamil yang belum mendapatkan vaksin MR dan MMR.
Selanjutnya, selalu menjaga kebersihan diri seperti cuci tangan sebelum makan dan mencuci tangan sesudah memegang benda untuk menghindari benda yang sudah terkontaminasi oleh virus campak jerman atau rubella.
Semoga beramanfaat.
By: Babyologist Editor
