Waspada Gejala Bayi Membiru Saat Menangis

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjaga kesehatan bayi memang butuh usaha ekstra. Orangtua harus memperhatikan gejala-gejala yang terlihat dari bayi mereka sehingga apabila bayi membutuhkan penanganan medis bisa segera dilakukan.
Salah satu gejala yang mungkin muncul adalah bibir, tangan, dan kaki tiba-tiba membiru saat bayi menangis. Kelopak mata bayi juga kadang terlihat pucat. Sebenarnya, gejala apakah ini? Simak penjelasan dari dr. Kartika Mayasari berikut ini.
Gejala badan membiru saat menangis sebenarnya harus diteliti lebih lanjut lagi untuk bisa memastikan penyebabnya. Meskipun demikian, gejala tersebut termasuk salah satu gejala Penyakit Jantung Bawaan (PJB) jenis biru (sianotik). PJB sianotik ini disebabkan karena darah kotor dari seluruh tubuh menyeberang masuk ke daerah darah bersih yang akan beredar ke seluruh tubuh.
Gejala PJB sianotik meliputi anggota badan seperti bibir, lidah, gusi, ujung jari tangan, dan ujung jari kaki membiru. Warna kebiruan ini terlihat jelas terutama saat bayi menangis. Pada mulanya, gejala ini mungkin hanya muncul saat bayi menangis. Namun, lama-kelamaan, bayi akan terlihat membiru walaupun tidak sedang menangis.
Perlu diperhatikan bahwa bayi dengan PJB kompleks bisa jadi biru pada tubuhnya hanya terlihat samar-samar, apalagi jika bayi tersebut mengidap anemia (kurang darah).
Meskipun demikian, bayi terlihat membiru juga bisa merupakan gejala selain PJB sianotik. Selain gejala PJB sianotik, anggota badan membiru bisa juga karena breath holding spell. BHS adalah suatu kejadian yang kemungkinan terjadi karena anak hiperaktif dari suatu reflek yang normal. Kejadian ini biasanya ditandai dengan anak yang menangis keras sampai menahan napas dalam waktu lama. Kemudian, tubuhnya menjadi biru.
Para orangtua yang khawatir karena anaknya terlihat membiru sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung. Dokter akan dapat memberikan terapi yang tepat jika memang ada gangguan kesehatan.
Semoga bermanfaat.
By: Babyologist Editor
