Konten dari Pengguna

Waspada Kolik, Kenali Gejala dan Penanganannya

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bayi 0 sampai 5 bulan umumnya pernah mengalami kolik, yaitu gejala atau kondisi pada bayi yang menangis terus-menerus disertai beberapa kondisi, seperti tangan mengepal, atau menekuk kaki. Meski belum diketahui penyebabnya, namun umumnya kolik bisa berhubungan dengan ketidaknyamanan bayi yang bisa disebabkan oleh susu formula ataupun pada masalah perutnya. 

Namun, bayi yang rewel bukan berarti ia terkena gejala kolik ya Mom. Anda bisa membedakannya dengan memerhatikan gejalanya. Bayi yang kolik umumnya menangis pada waktu tertentu dan terprediksi, seperti pada sore atau malam hari. Menangis terus-menerus dan tidak dapat diredakan selama beberapa menit. Bayi mengepalkan tangan, otot perut mengeras, kaki melingkar dan wajah memerah. Bayi kolik bisa terjadi pada bayi yang menyusu ASI maupun yang menyusui dengan menggunakan susu formula.

Bagaimana penanganan gejala kolik? Mom bisa melakukan hal ini pada si buah hati:

  1. Ketika si Kecil terus-menerus menangis, umumnya hanya akan terjadi beberapa saat. Mom bisa menenangkannya dengan menggendongnya dengan nyaman. Mom juga bisa menidurkannya dalam sebuah ayunan. 
  2. Gendong bayi dengan tegak saat menyusui. Saat menyusui, disarankan bagi Mom untuk meletakannnya dengan posisi yang benar dan tepat. Setelah menyusui, jangan lupa sendawakan bayi dengan cara menepuk punggungnya pada bahu Mom. 
  3. Bagi ibu ASI, perhatikan makanan yang Anda makan. Tidak merokok ataupun minum alkohol, dan perhatikan juga makanan yang berpotensi mengandung zat alergi bagi si Kecil.
  4. Ganti susu formula, jika bayi menyusui dengan susu formula sering terkena kolik, Mom bisa menggantinya dengan susu formula lain yang direkomendasikan bidan atau dokter. Hal ini akan mencegah indikasi penyebab kolik pada ketidakcocokan susu formula. 
  5. Mengganti botol susu formula dengan botol susu anti kolik. Botol susu anti kolik didesain khusus untuk mencegah bayi terkena kolik. Dot atau nipple pada botol susu anti kolik akan mencegah bayi tersedak saat menyusui. Ingat juga untuk selalu menjaga kebersihan botol susu saat akan memberikan susu formula pada bayi. Selalu mencucinya dengan sabun khusus dan rutin mensterilkannya. 

Semoga bermanfaat.

By: Yuni Nurmalia

Copyright by Babyologist