Konten dari Pengguna

Waspadai Bahaya Jamur Dalam Ruangan

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Waspadai Bahaya Jamur Dalam Ruangan
zoom-in-whitePerbesar

Tingkat kelembaban udara yang ideal sangat berperan penting dalam menentukan kualitas udara agar terhindar dari bahaya jamur di dalam ruangan. Para ahli kesehatan merekomendasikan tingkat kelembaban udara yang ideal pada kisaran 45% - 65%.

Kelembaban udara yang tinggi dikarenakan tingginya jumlah air didalam udara. Udara lembab ini memicu pertumbuhan mikroorganisme jamur yang menyebabkan bercak pada dinding, dan tungau pada kasur, selimut atau karpet, yang dapat menginfeksi kulit.

Dinding yang berjamur tidak hanya membuat penampilan rumah menjadi tak sedap tapi juga dapat memberi ancaman bagi kesehatan karena menghasilkan zat beracun, yang disebut mikotoksin.

Jean-Denis Bailly dari University of Toulouse di Prancis dan tim, menggunakan tiga jenis jamur yang paling sering tumbuh di dalam ruangan. Ketiga jamur tersebut adalah sebagai berikut:

1. Penicilium brevicompactum; tumbuh dengan sangat baik di material kayu.

2. Aspergillus versicolor; ditemukan hampir di semua material dan tumbuh dengan baik di kotoran debu.

3. Stachybotrys chartarum; atau dikenal juga dengan black mold atau toxic black mold, biasanya tumbuh di dalam rumah dan bangunan, dan menjadi ancaman berbahaya bagi pemiliknya.

Penelitian menunjukkan bahwa mikotoksin yang dikeluarkan oleh ketiga jamur tersebut dapat menyebar di udara. Mikotoksin yang menyebar di udara ini memiliki ukuran sekecil spora sehingga mudah terhirup oleh penghuni rumah. Setelah terhirup, mikotoksin masuk ke dalam saluran pernapasan dan mengganggu dengan gejala-gejala seperti batuk, bronchitis, dan asma.

Oleh karena itu kita perlu melindungi rumah dari udara lembab. Untuk menjaga kelembaban ruangan tetap ideal, kita dapat menggunakan dehumidifier (alat penyerap lembab) yang berkualitas dengan kemampuan menyerap lembab yang sesuai luas ruangan, serta yang dilengkapi sensor kelembaban (hygrometer) agar dapat menjaga kelembaban udara di tingkat yang kita inginkan.