What Is Baby Blues & How To Deal With It?

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
What Is Baby Blues & How To Deal With It?
Baby Blues sebenarnya sangat umum dialami a lot of new moms. Banyak yang menganggap Baby Blues hanya efek samping akibat capek setelah melahirkan. Padahal masih banyak faktor lain yang sebenarnya all moms, moms to be ataupun dads to be harus tahu loh.
Baby Blues adalah:
1. Perasaan down/sedih yang dialami ibu baru beberapa hari setelah melahirkan.2. Mood swings after birth. Least severe form of postpartum depression.
Penyebabnya:
Buanyaaakk banget. Dari kurangnya persiapan mental/fisik, faktor ASI, kondisi ibu/anak setelah melahirkan, trauma selama proses melahirkan/mengandung, memiliki riwayat depresi sebelumnya, tekanan/ekspektasi dari moms atau lingkungan, dll.
Bisa juga karena perubahan hormon (hormon yang meningkat selama 9 bulan akan drop tajam setelah 72 jam melahirkan).
Ciri-cirinya: moms merasa tertekan, sering menangis, mudah marah, ketakutan yang berlebihan, menolak interaksi, menolak bayi, self pity, dll.
Baby Blues bisa dibantu dengan terapi, tapi sebenarnya biasanya akan ‘sadar’/‘sembuh’ dengan sendirinya. Tapi kalo masih berlanjut setelah 2 minggu, moms might want to talk to professional (paling nggak obgyn) karena kalau dibiarkan bisa berlanjut menjadi postpartum depression (dan takutnya bisa harmful buat mommy/babynya).
Cara mencegah baby blues
For mom:
Apalagi yang sedang hamil. It’s very important to find out & read as many sources as you can & also acknowledge that this thing exist. Equipped yourself.
Yang udah gave birth:
1. Pray
2. Rest. Yes, as hard as it sounds, anytime you can, get some rest.
3. Speak. Say it out. Jangan dipendam & disimpan sendiri. If you feel sad/upset, talk to somebody that you know will understand & nggak akan ngejudge.
4. Connect with others. If you think your hubby/fams won’t understand. Find friends/sesama mommy lain (that’s why I love social media. I met lots of friends yang aku belum pernah ketemu muka but we can talk & discuss).
5. Fresh air. I know most of us have to face the tradition yang nggak boleh mandi/keluar for a month or so. But you need your sanity over tradition.
6. Adapt & lower your expectations. (Normal/caesar, ASI/sufor, urus sendiri/dibantu, full time/part time, nggak mempengaruhi your status as a mother)
Untuk hubby/family/friends: mendukung dengan action (membantu merawat baby), memberi perhatian bukan hanya ke si bayi tapi juga ke mamanya. Mengucapkan HANYA kata-kata yang POSITIF & membangun.
Give the mommy some space & time to process. Didengerin aja & dimengerti aja.
