Konten dari Pengguna

Yoghurt, Solusi Keputihan Bumil dan Busui

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keputihan merupakan masalah semua wanita, karena hal tersebut dapat saja muncul ketika kita masih gadis, hamil atau bahkan ketika menjadi ibu menyusui. Sebenarnya keputihan adalah cara tubuh kita untuk menjaga kebersihan dan kelembapan vagina. Tentunya hal ini wajar saja. Asal masih dalam taraf normal dalam arti dari segi warna bening (biasanya ketika masa subur & sesudah menstruasi) atau berwarna putih. Tidak menimbulkan gatal dan tidak menimbulkan bau. Frekuensi timbulnya keputihan dalam jumlah yang wajar. Tetapi jika keputihan sudah mengganggu, ini biasanya disebabkan karena hormon ketika hamil, menyusui, penggunaan alat kontrasepsi, konsumsi antibiotik atau kurangnya kita menjaga daerah kewanitaan sehingga terjadi alergi atau infeksi karena jamur. Apalagi ketika kita sedang hamil, keputihan biasanya meningkat lebih banyak. Dan ini pun berbahaya untuk janin yang ada dalam rahim. Maka harus ada penanganan yang tepat.

Berikut ini ada cara menanggulangi keputihan yang aman:

1. Basuh area kewanitaan dari depan ke belakang.

Membasuh area kewanitaan dengan cara yang benar bermaksud agar kotoran dari anus tidak terkena vagina kita.

2. Bersihkan vagina menggunakan air hangat.

Air hangat efektif agar kuman atau bakteri jahat bersih sempurna.

3. Konsumsi yoghurt.

Yoghurt menggandung Lactobacillus acidophilus, lactobacillus bulgaricus dan probiotik (bakteri-bakteri baik) yang diperlukan oleh tubuh. Fungsi dari bakteri baik adalah sebagai antibiotik tubuh secara alami. Karena obat-obatan antibiotik dapat membunuh semua bakteri, termasuk bakteri baik.

4. Menggunakan celana dalam bahan katun

Bahan celana dalam pun harus aman agar vagina tidak iritasi. Celana berbahan katun aman digunakan. Jangan terlalu sering menggunakan pantyliner agar tidak memicu kelembapan dalam vagina yang dapat membuat jamur semakin berkembang biak.

Jika keputihan tidak kunjung sembuh, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang benar.

Semoga bermanfaat.