Yuk! Kenali Alasan Bayi Menangis Histeris Saat Tidur

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Faktanya, bayi yang menangis histeris saat tidur disebabkan karena beberapa hal, seperti:
Kelelahan
Aktivitas sepanjang hari yang membuat bayi kelelahan menyebabkan penurunan pada kualitas tidur bayi, misalnya ketika bermain terlalu lama, melakukan perjalanan yang lama dan kurang tidur.
Mimpi Buruk
Sama seperti orang dewasa, bayi berusia 4 bulan ke atas juga dapat mengalami mimpi buruk. Karena pengalaman hidup bayi masih terbatas, sehingga mimpi buruknya adalah representasi dari kejadian yang terjadi pada harinya. Misalnya: Ditengah bermain asyik dengan bayi, Ibunya pergi meninggalkannya sehingga ia merasa kecewa.
Night Terror
Berbeda dengan mimpi buruk, night terror merupakan salah satu gangguan tidur pada bayi. Hal ini terjadi karena sistem saraf pusat yang mengatur otak menjadi sangat aktif. Penyebab utama terjadinya night terror adalah karena kurangnya jam tidur pada siang hari atau jam tidur bayi yang kurang teratur
Rasa Tertekan
Bayi juga memiliki perasaan dan ia dapat merasa tertekan. Misal bayi yang mendapatkan perlakuan kasar maka ia akan merasa tertekan.
Kaget
Suara yang kencang juga dapat menjadi salah satu alasan yang dapat membuat bayi menangis di tengah tidurnya karena bisa menimbulkan efek kaget.
Sakit
Keadaan tubuh yang sedang tidak fit memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kualitas tidur sehingga bayi tidak dapat tidur dengan nyenyak. Bayi yang sedang tumbuh gigi juga mungkin saja tiba-tiba terbangun karena merasakan nyeri pada gusinya.
Jadi kalau bayi yang sedang tertidur pulas lalu tiba-tiba menangis histeris, jangan panik ya Moms, segeralah periksa penyebabnya apa dan cari tahu cara mengatasinya, misalnya karena faktor kelelahan, maka esok harinya bayi dapat diberikan waktu istirahat yang lebih lama daripada waktu bermainnya.
Semoga bermanfaat.
By: Theresa Graviani.
