Konten dari Pengguna

Yuk Mengenal Apa Itu Microtia?

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yuk Mengenal Apa Itu Microtia?
zoom-in-whitePerbesar

Hari itu adalah hari yang kami nantikan setelah 9 bulan lamanya menunggu untuk bertemu. Saya masih ingat jelas bagaimana rasa perjuangan untuk bertemu dengan bayi yang berada dalam rahim saya. Perjuangan yang lumayan panjang dengan rasa sakit, rasa senang dan rasa haru dalam satu momen dengan proses yang luar biasa membuatku bahagia. Pada pukul 12.45 siang akhirnya, untuk pertama kalinya mendengar dan melihat bayi saya lahir, semua yang saya rasakan saat itu adalah cuma satu yaitu bahagia.

Saat itu suami adalah orang pertama yang menyapa si Kecil dengan suara adzannya. Namun, ada kisah yang membuat kami syok karena saat itu suami melihat adanya perbedaan telinga kanan dan kiri nya. Dokter dan bidan yang menangani saya saat itu menjelaskan bahwa anak kami terlahir istimewa yaitu dilahirkan dengan keadaan telinga kanan tidak memiliki daun telinga, lubang telinga dan berbentuk kecil atau microtia.

Sepertinya istilah microtia ini sangat asing kita kenali dan jujur saat itu yang ada dalam benak kami sekeluarga adalah apakah anak ini dapat mendengar dengan sempurna atau tidak? Bagaimana membesarkan anak yang memiliki kelainan seperti ini? Dan keraguan lainnya.

Setelah kami dirujuk ke rumah sakit dan dokter khusus THT yaitu RS. Hasan Sadikin Bandung kami dapat ilmu baru tentang microtia ini. Apa itu Microtia? Apa penyebabnya? Siapa saja yang bisa mengalaminya? Beberapa pertanyaan yang kami tanyakan pada dokter.

Microtia adalah kelainan pada telinga di mana salah satu telinga atau bahkan keduanya tidak berkembang dengan sempurna sehingga memiliki bentuk yang kecil. Dalam dunia medis microtia ini adalah kelainan yang belum bisa dijelaskan sebab terjadinya. Namun, beberapa pendapat menyatakan bahwa microtia ini seperti kelainan bawaan yang di mana akan terjadi pada bayi 1:1000 kelahiran bayi.

Yuk Mengenal Apa Itu Microtia? (1)
zoom-in-whitePerbesar

Perempuan maupun laki-laki dapat mengalaminya, kemudian penyebab lainnya menyatakan bahwa ini bisa terindikasi sang ibu saat mengandung terkena virus rubella. Mendengar tentang rubella saya dulu saat hamil tidak merasakan hal aneh bahkan kami setiap bulan rutin untuk cek bayi di USG. Microtia sendiri memiliki tingkatan yaitu tingkat 1-4, ini dilihat dari bentuk telinga dan anak saya termasuk tingkat ke-3.

Setelah berkonsultasi dengan dokter akhirnya tahap awal adalah melakukan tes BERA untuk mengetahui fungsi pendengarannya. Setelah itu tahap selanjutnya bisa dilakukan terapi jika fungsi pendengaran masih baik dan membantu tumbuh kembang sang anak. Tahap yang paling akhir adalah penyempurnaan telinga (daun telinga dan organ lainnya) untuk membantu mendengar.

Tahap demi tahap akan kami lakukan dengan penuh kesabaran dan rasa syukur karena apapun itu anak adalah rejeki yang sudah Tuhan siapkan untuk kita. Tahap apa saja yang sudah saya lakukan? Saya sudah melakukan Tahap tes BERA namun belum berhasil karena untuk tes ini memerlukan ketenangan sang anak untuk tidur 1-2 jam untuk mengetahui dengan jelas fungsi pendengarannya.

Dari semua yang sudah kita lewati (kini anak saya sudah 14 bulan) saya merasa lebih hebat karena kepercayaan saya berkata bahwa setiap apa-apa yang dititipkan oleh yang maha kuasa akan ada hadiah yang sudah disiapkan dengan sempurna. Anak saya alhamdulillah satu persatu menunjukkan sisi positifnya.

Dengan keadaan microtia dia bisa mendengar dengan jelas sesuai dengan usianya dia sudah dapat merespon baik dan bisa bergaul dengan teman-temannya tanpa malu begitupun dengan saya tidak pernah malu dengan keadaan anak yang berbeda. Semuanya memberikan kita pelajaran. Support yang paling terdepan adalah suami yang selalu menguatkan kami semua bahwa semuanya akan indah pada waktunya dan akan dipertanggungjawabkan apa-apa yang kita kerjakan.

So, stay positif dan selalu bersyukur adalah kunci kita untuk selalu bahagia menjadi orangtua.

Semoga bermanfaat.

By: Mega Risti andarini

Copyright by Babyologist