Arti Surat Al Lail Ayat 1-10 Sesuai Bacaan Alquran

Menyajikan informasi mengenai apa yang terkandung di dalam Al-Quran.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Al-Qur'an tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surat ini terdiri atas 21 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al A'laa. Surat ini dinamai Al Lail (malam), diambil dari perkataan Al Lail yang terdapat pada ayat pertama surat ini
Arti Surat Al Lail Ayat 1-10
Berikut adalah bacaan ayat suci Alquran surat Al Lail ayat 1-10 beserta terjemahan dan tafsir menurut Kemenag RI yang tepat:
1.
وَالَّيْلِ اِذَا يَغْشٰىۙ
Wal-laili iżā yagsyā
"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang),”
Tafsir singkat: Demi malam apabila menutupi cahaya siang. Malam yang gelap gulita dan hening menjadi waktu bagi manusia untuk beristirahat dari kepenatan kerja di siang hari.
2.
وَالنَّهَارِ اِذَا تَجَلّٰىۙ
Wan-nahāri iżā tajallā
"demi siang apabila terang benderang,"
Tafsir singkat: Demi waktu siang apabila terang benderang oleh cahaya matahari sehingga manusia dapat beraktivitas dengan leluasa.
3.
وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىٓ ۙ
Wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā
"dan demi penciptaan laki-laki dan perempuan,"
Tafsir singkat: Demi penciptaan laki-laki dan perempuan dari setetes mani. Manusia tidak mempunyai rekayasa apa pun dalam penciptaan kedua jenis ini. Semua diatur oleh Allah sesuai kebijaksanaan-Nya terhadap makhluk.
4.
اِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتّٰىۗ
Inna sa'yakum lasyattā
"sesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam."
Tafsir singkat: Demi ketiga hal itu, sungguh usahamu memang beraneka macam. Sebagian dari kamu memilih jalan ketaatan kepada Allah dan sebagian yang lain memilih durhaka.
5.
فَاَمَّا مَنْ اَعْطٰى وَاتَّقٰىۙ
Fa ammā man a'ṭā wattaqā
"Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa"
Tafsir singkat: Maka barang siapa memberikan hartanya di jalan Allah, seperti ke-pada fakir miskin, anak yatim, dan kebajikan lainnya, dan bertakwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya,
6.
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنٰىۙ
Wa ṣaddaqa bil-ḥusnā
"serta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga),”
Tafsir singkat: dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, yaitu surga di akhirat, atau membenarkan kalimat tauhid dengan beriman kepada Allah dengan kukuh,
7.
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْيُسْرٰىۗ
Fa sanuyassiruhụ lil-yusrā
"Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan).”
Tafsir singkat: maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan dan kebahagiaan; menuju surga. Kami juga akan memudahkan jalannya untuk senantiasa beramal saleh dan taat kepada Kami.
8.
وَاَمَّا مَنْۢ بَخِلَ وَاسْتَغْنٰىۙ
Wa ammā mam bakhila wastagnā
"Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)”
Tafsir singkat: Dan adapun orang yang kikir terhadap hartanya dengan tidak memenuhi hak Allah dalam harta itu dan merasa dirinya cukup dengan apa yang dia punya sehingga tidak lagi memerlukan pahala dari Allah tidak mau beramal untuk kehidupan akhiratnya
9.
وَكَذَّبَ بِالْحُسْنٰىۙ
Wa każżaba bil-ḥusnā
"serta mendustakan (balasan) yang terbaik,"
Tafsir singkat: serta mendustakan pahala yang terbaik, yaitu surga di akhirat; atau ingkar kepada Allah, hari akhir, dan apa yang Allah janjikan kepada mereka yang beramal saleh sehingga dia senantiasa melakukan maksiat,
10.
فَسَنُيَسِّرُهٗ لِلْعُسْرٰىۗ
Fa sanuyassiruhụ lil-'usrā
"Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan.”
Tafsir singkat: maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran dan kesengsaraan. Kami tutup hatinya dari keinginan untuk berbuat kebajikan dan Kami tahan langkahnya untuk taat kepada Kami.
Kami selaku penulis sangat terbuka apabila pembaca memiliki kritik dan saran. Silahkan hubungi kami melalui alamat surel berikut: penulis.bacaan.alquran@gmail.com
