Konten dari Pengguna

3 Hadits Itikaf yang Menjadi Landasan Ibadah dalam Ajaran Islam

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hadits Itikaf. Sumber: Unsplash/Katerina Kerdi
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hadits Itikaf. Sumber: Unsplash/Katerina Kerdi

Hadits itikaf merupakan landasan atau dalil yang dapat memberi penjelasan terhadap umat muslim tentang anjuran iktikaf. Islam menganjurkan pemeluknya untuk melaksanakan iktikaf pada bulan Ramadan, terutama pada sepuluh hari terakhir.

Iktikaf dalam bahasa Indonesia memiliki arti sebagai diam beberapa waktu di dalam masjid sebagai bentuk ibadah. Ketika iktikaf, umat muslim dapat memperbanyak zikir, doa, dan membaca kitab suci Al-Qur’an.

3 Hadits Itikaf dalam Ajaran Islam

Ilustrasi Hadits Itikaf. Sumber: Unsplash/Nick Fewings

Hadis merupakan salah satu dalil atau sumber hukum dalam ajaran Islam. Keberadaan hadis dapat menjadi dalil karena memiliki sumber dari Nabi Muhammad saw., baik perkataan, perbuatan, maupun ketetapan. Wallahu a’lam bishawab.

Hal itu membuat hadis menjadi rujukan dari banyak anjuran ibadah dalam agama Islam. Salah satu di antaranya adalah anjuran untuk melaksanakan iktikaf.

Dikutip dari buku Syarah Riyadhush Shalihin Jilid 3, Imam an-Nawawi (2012: 12 – 13), berikut ini adalah tiga contoh hadits itikaf dalam ajaran Islam.

1. Hadis tentang Iktikaf di Sepuluh Hari Terakhir

Dari Ibnu Umar r.a. ia berkata, “Rasulullah saw. selalu beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan”. (Muttafaq ‘alaih)

2. Hadis tentang Istri Rasulullah saw. Beriktikaf

Dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. selalu beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga beliau dipanggil Allah. Kemudian setelah itu, istri-istrinya pun beriktikaf. (Muttafaq ‘alaih)

3. Hadis tentang Iktikaf Dua Puluh Hari

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, “Nabi saw. beriktikaf sepuluh hari setiap bulan Ramadan. Pada tahun beliau wafat, beliau beriktikaf dua puluh hari”. (HR. Bukhari)

Berdasarkan tiga hadis di atas, jelas bahwa iktikaf merupakan ibadah dalam ajaran Islam. Rasulullah saw. sebagai suri teladan umat muslim telah memberikan contoh, yakni iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.

Baca juga: Tata Cara Itikaf di Masjid beserta Amalan yang Dianjurkan bagi Umat Muslim

Tiga hadits itikaf dalam uraian di atas merupakan contoh dari sekian banyak hadis dalam ajaran Islam. Ketika iktikaf, umat muslim perlu niat karena Allah Swt. Kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan datang dari manusia itu sendiri. Wallahu a’lam bishawab. (AA)