4 Hadits Puasa Syawal dan Ketentuan Mengerjakannya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada 4 hadits puasa Syawal yang bisa dijadikan panduan dalam mengerjakan amalan tersebut. Sesuai namanya, puasa Syawal merupakan puasa yang dikerjakan pada bulan Syawal sesudah Ramadan.
Puasa ini dikerjakan selama enam hari sebagai penyempurna puasa di bulan Ramadan. Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat besar karena pada saat itu, sebagian besar umat muslimmenyantap berbagai hidangan khas Lebaran sebagai perayaan hari kemenangan.
4 Hadits Puasa Syawal dalam Islam
Mengutip buku Rahasia Puasa Sunah oleh Ahmad Syahirul Alim (2023), puasa Syawal merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang begitu besar di bulan Ramadan.
Berikut ini 4 hadits puasa Syawal yang bisa dijadikan renungan sekaligus motivasi untuk melaksanakan amalan tersebut.
1. Hadits Puasa Syawal Dikerjakan Enam Hari
Puasa Syawal dianjurkan untuk dikerjakan selama enam hari, yakni pada tangga;2-7 Syawal. Hal ini mengacu pada hadits berikut:
مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (ganjaran) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim)
2. Hadits Puasa Syawal Seperti Puasa Setahun Penuh
Hadits berikutnya menjelaskan bahwa puasa Syawal bagaikan puasa selama setahun penuh. Bunyi hadits tersebut bisa disimak di bawah ini:
عن ثوبان عن رسول اللہ ﷺ أنه قال : من صام رمضان وستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها
Artinya: "Barang siapa yang berpuasa satu bulan Ramadhan, ditambah enam hari (Syawal) setelah Idul Fitri, pahala puasanya seperti pahala puasa satu tahun. Dan siapa yang mengerjakan satu amalan kebaikan, baginya sepuluh kebaikan." (HR Ibnu Majah).
3. Hadits Puasa Syawal Anjuran Rasulullah
Rasulullah juga senantiasa melaksanakan ibadah sunah ini. bahkan, beliau juga menganjurkannya kepada para sahabat. Hadits tersebut yakni sebagai berikut:
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، أَنَّ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ، كَانَ يَصُومُ أَشْهُرَ الْحُرُمِ . فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ " صُمْ شَوَّالاً " . فَتَرَكَ أَشْهُرَ الْحُرُمِ ثُمَّ لَمْ يَزَلْ يَصُومُ شَوَّالاً حَتَّى مَاتَ
Artinya: Seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, "Puasalah di Bulan Syawal." Lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat. (HR Ibnu Majah).
4. Hadits Puasa Syawal sebagai Kebiasaan Rasulullah
seperti yang telah sedikit dibahas sebelumnya, puasa Syawal mulai dikerjakan pada tanggal 2 Syawal. artinya, jika melaksanakannya pada tanggal 1, maka bernilai haram. Hal ini sesuai dengan perkataan dalam hadits berikut:
عن عمر بن الخطاب وأبي هريرة وأبي سعيد رضي الله عنهم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن صوم يوم الفطر ويوم الأضحى
Artinya: "Nabi Muhammad Saw melarang berpuasa pada dua hari raya yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. (Maksudnya tanggal satu Syawal dan sepuluh Dzulhijjah)." (HR Muslim).
Ketentuan Mengerjakan Puasa Syawal
Puasa Syawal dikerjakan mulai tanggal 2 Syawal. Amalan ini boleh dikerjakan selama enam hari berturut-turut atau tidak berurutan, sehingga bisa disesuaikan dengan kemampuan. Adapun tata cara pelaksanaannya sama seperti puasa pada umumnya.
Niat mengerjakan puasa Syawal bisa dilakukan pada malam hari, saat sahur, atau bahkan pagi hari. Hal ini boleh dilakukan, selama orang yang ingin puasa tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Misalnya, seperti makan, minum, atau jimak. Niat puasa Syawal yakni sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ
Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.”
Baca juga: Batas Sahur Puasa Sunnah, Jangan Sampai Terlewat!
Hadits puasa Syawal dan ketentuan mengerjakannya yang dijelaskan di atas bisa dijadikan panduan. Dengan begitu, diharapkan umat muslim semakin termotivasi dalam melaksanakan ibadah puasa Syawal. (DLA)
