Konten dari Pengguna

Aturan Zakat Mal: Syarat dan Jenis Harta yang Wajib Dizakatkan

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi  Aturan Zakat Mal, sumber gambar pexels/Michael
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Aturan Zakat Mal, sumber gambar pexels/Michael

Sebelum membayar zakat harta benda, setiap muslim perlu memahami aturan zakat mal. Zakat ini dikeluarkan dari harta kekayaan pribadi yang dibayarkan dalam periode tertentu sesuai nisabnya.

Zakat mal diberikan kepada golongan orang yang membutuhkan. Jika ingin membayar zakat mal, penting sekali mengetahui syarat dan jenis harta yang wajib dizakatkan.

Syarat Aturan Zakat Mal

Ilustrasi Aturan Zakat Mal, sumber gambar unsplash/Mufid Majnun

Dalam mengeluarkan zakat mal, terdapat cara perhitungannya tersendiri yang bisa dilihat dari nisab dan haulnya. Mengutip buku Fikih Madrasah Aliyah Kelas X, Harjan Syuhada (2021), nisab adalah jumlah minimum harta dalam kategori khusus yang disyaratkan bagi muzakki (orang yang wajib berzakat).

Adapun haul merupakan periode kepemilikan harta yang telah berlangsung selama 12 bulan tahun hijriyah. Beberapa syarat mengeluarkan zakat mal antara lain:

1. Harta Milik Pribadi dan Halal

Harta yang dikeluarkan zakat malnya adalah harta milik pribadi. Dengan kata lain, harta tersebut dikelola secara mandiri dengan bijaksana.

Sumber pendapatan harta tersebut bisa dari penghasilan usaha, bekerja, pemberian orang lain, atau warisan. Apapun sumbernya, yang terpenting harta tersebut diperoleh dengan cara halal.

2. Harta Mencapai Batas Minimum Haul

Syarat zakat mal yang berikutnya adalah mencapai batas minimum haul atau perhitungan selama satu tahun. Perhitungan tahunan ini hanya berlaku pada harta yang bersumber dari hasil niaga, hasil ternak, perdagangan, atau harta simpanan.

3. Harta telah Mencapai Batas Nisab

Ada metode perhitungan tersendiri untuk mengetahui batasan nisab zakat mal dari harta kekayaan yang dimiliki dalam periode satu tahun. Rumus menghitung zakat mal, yakni jumlah harta bersih dikali dengan persentase zakat mal.

Adapun persentasenya sebesar 2,5 persen. Nilai harta bersih bisa ditentukan dengan mengurangi jumlah penghasilan tahunan dengan seluruh kewajiban, seperti utang atau kewajiban finansial lainnya.

4. Harta Bersih Terbebas dari Utang

Syarat zakat mal yang berikutnya adalah harta bersih telah terbebas dari utang. Jika memaksakan untuk mengeluarkan zakat mal yang bersumber dari utang, maka zakat tersebut tidak sah.

Jenis Harta yang Wajib Dizakatkan Mal

Ilustrasi Aturan Zakat Mal, sumber gambar unsplash/Jonas Koel

Zakat mal terdiri atas simpanan kekayaan, mulai dari emas, uang, surat berharga, aset perdagangan, penghasilan profesi, dan lain sebagainya. Secara umum, jenis zakat mal yang wajib dizakatkan, yakni sebagai berikut.

  • Zakat simpanan emas, perak, dan barang berharga lainnya.

  • Zakat dari aset perdagangan.

  • Zakat dari hasil pertanian atau perkebunan

  • Zakat dari hewan ternak.

  • Zakat dari hasil olahan tanaman dan hewan.

  • Zakat dari hasil jasa profesi.

  • Zakat dari hasil tambang dan tangkapan laut.

  • Zakat dari hasil saham dan obligasi.

Baca juga: Perbedaan Zakat Fitrah dan Zakat Mal yang Wajib Diketahui Umat Islam

Aturan zakat mal yang dijelaskan di atas bisa dijadikan panduan dalam menunaikan kewajiban. Dengan membayar zakat mal, maka dapat membersihkan harta sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. (DLA)