Konten dari Pengguna

Bacaan Niat Puasa Syawal dan Ketentuannya

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi niat puasa syawal. Sumber: masjid pogung dalangan/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi niat puasa syawal. Sumber: masjid pogung dalangan/unsplash

Puasa Syawal adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Jika ingin melaksanakannya, umat muslim perlu mengetahui bacaan niat puasa Syawal dan ketentuannya.

Bulan Syawal sudah tiba. Oleh karena itu, jika ingin menjaga momentum ibadah bulan suci Ramadan, maka puasa Syawal ini adalah jawabannya.

Ini Bacaan Niat Puasa Syawal dan Ketentuannya

Ilustrasi niat puasa syawal. Sumber: sangga rima roman selia/unsplash

Mengutip laman resmi Majelis Ulama Indonesia (https://mui.or.id/), persis satu hari setelah Idulfitri, menurut Madzhab Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan ulama lainnya, umat muslim dianjurkan melaksanakan ibadah puasa selama enam hari yang disebut dengan puasa Syawal.

Anjuran tersebut berdasarkan hadis:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Sungguh Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim no 1164)

Ketentuan puasa Syawal ini adalah puasa selama enam hari. Durasinya boleh berurutan ataupun tidak berurutan selama masih di bulan syawal.

Namun, bila memungkinkan, sebaiknya puasa syawal dilaksanakan satu hari setelah hari Lebaran dan berurutan, tepatnya 2-7 syawal.

Seperti ibadah lainnya, puasa Syawal harus diniati terlebih dahulu. Sesuai sabda Nabi Muhammad saw bahwa sah atau tidaknya suatu ibadah itu tergantung pada niatnya.

Niat cukup di dalam hati, tapi agar lebih mantap, ulama menganjurkan supaya niat. Selain dalam hati, juga dilafalkan lisan. Adapun niat puasa Syawal dengan ketentuan sebagai berkut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala

Artinya, “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”

Sementara bagi orang yang hendak melafalkan niat sedari malam tapi tidak secara berurutan, lafal niatnya sebagai berikut.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ للهِ تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwal lillaahi ta‘ala.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Swt.”

Baca Juga: Niat Zakat Fitrah Arab dan Latin Lengkap dengan Ketentuan Waktu Zakat

Bacaan niat puasa Syawal cukup di dalam hati, tetapi sekali lagi agar lebih mantap, bacaan niat di atas dapat dilafalkan sebelum melaksanakan ibadah puasa Syawal. (ARD)