Bacaan Sholawat Badar Lengkap yang Kerap Dilantunkan di Majelis

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan sholawat badar lengkap merupakan bentuk selawat untuk Nabi Muhammad saw. Masyarakat muslim di Indonesia biasa melafalkan selawat tersebut ketika menghadiri majelis, baik di musala, masjid, sekolah, maupun pengajian di rumah-rumah.
Selawat badar mempunyai bacaan yang panjang. Walaupun demikian, masyarakat muslim dapat menghafalkannya dengan mudah karena keberadaan lantunan yang khas.
Bacaan Sholawat Badar Lengkap dengan Artinya
Selawat badar merupakan bacaan selawat yang populer bagi umat muslim di Indonesia. Dikutip dari buku Shalawat Populer, Ghazali dan Shabri (2017: 45), selawat badar digubah oleh Kiai Ali Mansur Banyuwangi yang merupakan cucu K. H. Muhammad Shiddiq Jember.
Bacaan sholawat badar lengkap mencakup kalimat yang panjang. Dikutip dari buku Doa-Doa Menjelang Kiamat, Syarif (2010: 38 - 39), berikut ini adalah bacaan dan artinya.
Shalaatullah salaamullah ‘alaa thaahaa rasuulillaah. Shalaatullaah salaamullaah ‘alaa yaasiin habiibiillaah. Tawassalnaa bi bismillaah wa bil haadii rasuulillaah. Wa kulii mujaahidilillaah bi ahlil badri yaa allaah. Ilaahii sallimil ummah minal aafaati wan niqmah. Wamin hammin wa min ghummah bi ahlil badri ya allaah.
Arti selawat di atas, yaitu: “Semoga selawat dan salam Allah dilimpahkan kepada Thaha Rasululllah dan kepada Yasin kekasih Allah. Ya Allah, kami tawassul dengan nama-Mu dengan menaati pembawa petunjuk (Rasulullah saw.) dan dengan mengikuti para mujahid-Mu, dibarengi berkah para ahli Badar. Ya Allah, selamatkanlah umat dari bencana, siksa, susah, dan sedih. Dibarengi berkah para ahli Badar.”
Umat Islam di Indonesia kerap memabca bacaan selawat badar setiap waktu, antara lain:
Pengajian rutin di masjid, musala, atau sekolah.
Pengajian dalam rangka syukuran di rumah.
Ketika orang tua menenangkan atau menidurkan anaknya.
Sejarah Selawat Badar di Indonesia
Pada pembahasan sebelumnya, telah disampaikan bahwa selawat badar merupakan ciptaan Kiai Ali Mansur. Cucu dari K. H. Muhammad Shiddiq Jember tersebut memiliki latar belakang tersendiri saat membuat selawat badar.
Kembali mengutip dari buku yang sama karya Ghazali dan Shabri (2017: 45), proses terciptanya selawat badar penuh dengan misteri dan teka-teki. Salah satu pendapat menjelaskan bahwa Kiai Ali Mansur tidak dapat tertidur pada suatu malam.
Kiai Ali Mansur merasa gelisah dengan situasi politik pada masa itu. Cucu ulama tersebut kemudian memainkan pena di atas kertas dan menulis syair dalam bahasa Arab. Kiai Ali Mansur pun pernah mengalami mimpi didatangi oleh habib berjubah putih hijau.
Pada saat yang sama, istrinya bermimpi bertemu Rasulullah saw. Dua mimpi tersebut kemudian mendorongnya menulis syair yang kini dikenal sebagai selawat badar. Wallahu a’lam bishawab.
Baca juga: Bacaan Sholawat Nabi yang Benar untuk Diamalkan Sehari-hari
Jadi, jelas bahwa bacaan sholawat badar lengkap mencakup selawat untuk Rasulullah saw. Umat muslim dapat melafalkannya untuk mengingat Allah Swt. dan rasul-Nya. Kebenaran hanya milik Allah dan kesalahan datang dari manusia itu sendiri. (AA)
