Bacaan Tahiyat Akhir untuk Diamalkan dalam Salat Sunah dan Salat Wajib

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan tahiyat akhir merupakan salah satu dari rangkaian ibadah salat yang perlu dikerjakan dengan baik dan benar. Dengan melakukan tahiyat akhir yang benar, maka salat yang ditunaikan akan sempurna dan bernilai sah.
Maka dari itu, mengamalkan bacaan doa saat duduk tahiyat akhir perlu dilakukan dengan benar dan cermat agar tidak salah.
Bacaan Tahiyat Akhir Lengkap dengan Latin dan Artinya untuk Menyempurnakan Salat
Dalam salat, terdapat berbagai bacaan doa yang perlu dibaca, salah satunya adalah bacaan doa tahiyat atau yang juga dikenal dengan bacaan doa saat duduk tasyahud. Doa tahiyat diketahui terbagi menjadi dua macam, bergantung pada duduk tasyahud yang sedang dilakukan dalam salat.
Mengutip dari dalam Buku Tuntunan Lengkap Salat Wajib, Sunah, Doa, dan Zikir, Zakaria R. Rachman (2020:126), dalam rangkaian salat, terdapat dua macam duduk tasyahud, yaitu duduk tasyahud awal dan duduk tasyahud akhir.
Duduk tasyahud awal terdapat pada salat yang jumlah rakaatnya lebih dari dua. Contohnya,, seperti salat Magrib, Isya, Zuhur, dan Asar. sedangkan salat dengan jumlah dua rakaat, seperti salat Subuh dilakukan tanpa duduk tasyahud awal.
Duduk tasyahud awal dilakukan setelah sujud yang kedua. Berbeda dengan duduk tasyahud awal, duduk tasyahud akhir dilakukan dalam setiap salat berapapun jumlah rakaatnya.
Bacaan doa yang diamalkan saat tasyahud akhir dibaca saat akan mengakhiri salat atau saat duduk sebelum salam. Untuk memudahkan umat muslim dalam mengamalkan doa tahiyat akhir, berikut ini adalah bacaan tahiyat akhir lengkap dengan latin dan artinya.
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكاَتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ الله. اَلَّلهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمّدْ وعلى آلِ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّد كَمَا صَلَّبْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلعَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى عَلَي سَيِّدِنَا آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد. اَلْلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيْحِ الدَجَّالِ.
“Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibatul lillaah, Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu’alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah. Allahhumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Wabaarik ‘alaa Muhammad, wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahim, wa ‘alaa aali Ibraahim. Fil ‘aalamiina innaka hamiidum majiid. Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabi jahannama wamin ‘adzaabil qabri wamin fitnatil mahyaa wamamaati wamin fitnatil masiihid dajjaal.”
Artinya: Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah, salam, rahmat, dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam keselamatan semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta, Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahanam dan siksa kubur serta dari fitnah kehidupan dan kematian dan dari kejahatan fitnahnya dajjal.
Baca juga: Bacaan I'tidal dalam Salat yang Wajib Diketahui Umat Islam
Sekian bacaan tahiyat akhir dalam salat sunah maupun salat wajib. Bacaan ini dapat dimanfaatkan sebagai panduan bagi umat muslim dalam menyempurnakan salatnya. (DAP)
