Bacaan Tahlil Ziarah Kubur untuk Mengirim Doa kepada Para Leluhur

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 10 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan tahlil ziarah kubur perlu diamalkan ketika mengunjungi pemakaman. Ziarah kubur merupakan salah satu kegiatan yang dianjurkan oleh Rasulullah.
Meskipun dianjurkan untuk mengunjungi makam, tetapi bukan hanya sekadar datang, melainkan juga membaca tahlil. Apalagi jika makam yang dikunjungi adalah makan orang tua, keluarga, atau kerabat.
Bacaan Tahlil Ziarah Kubur
Mengutip buku Ayah, Ibu, Kubangunkan Surga Untukmu, Muhammad Abdul Hadi (2019), tujuan ziarah kubur adalah mendoakan orang yang telah meninggal dengan cara membaca Surat Yasin dan Tahlil. Adapun bacaan tahlil ziarah kubur, yakni sebagai berikut.
1. Surat Al-Fatihah untuk Nabi dan Keluarganya
Pertama, membaca surat Al-Fatihah untuk dihadiahkan kepada nabi dan keluarganya dengan pendahuluan sebagai berikut.
إلى حَضَرَةِ النَّبِي الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَزْوَجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ، الْفَاتِحَةُ.
Ilaa hadharatin nabiyyil mushthafaa muhammadin shallallaahu 'alaihi wa sallama wa 'alaa aalihii wa azwaajihii wa dzurriyyatihii, Al-Fatihah
Artinya: Dikhususkan kepada nabi yang terpilih, Muhammad saw, keluarganya, istri-istrinya, dan semua anak cucunya, Al-Fatihah
2. Al-Fatihah untuk Kerabat Nabi dan Orang Sholeh
Bacalah pengantar ini terlebih dahulu:
ثُمَّ إِلَى حَضَرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَالْعُلَمَاءِ وَالْمُصَنِّفِينَ وَجَمِيعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ، الْفَاتِحَةُ.
Tsumma ilaa hadharati ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin wal auliyaa-i wasy syuhadaa-i wash shaalihiin wash shahaabati wat taabi'iin wal 'ulamaa-i wal mushannifiin, wa jamii'il malaa-ikatil muqarrabiin, Al-Fatihah.
Artinya: "Kemudian Al-Fatihah dihadiahkan kepada para kerabatnya, mulai dari para nabi dan utusan, para wali, para syuhada, orang-orang saleh, para sahabat dan tabi'in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang, dan para malaikat yang selalu mendekatkan diri kepada Allah, Al-Fatihah."
3. Al-Fatihah untuk Ahli Kubur
Baca pengantar Al-Fatihah di bawah ini, lalu bacalah surat tersebut sampai selesai.
ثُمَّ إِلَى جَمِيعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرَهَا وَبَحْرِهَا خُصُوصًا إِلَى آبَاءِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَحْدَادِنَا وَجَدَاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ، الفاتحة.
Tsumma ilaa jamii'i ahlil qubuur minal muslimiina wal muslimaati wal mu'miniina wal mu'minaati min masyaariqil ardhi wa maghaaribihaa barrihaa wabahrihaa, khushushan ilaa abaa-inaa wa ummahaatinaa wa ajdadinaa wa jaddaatina wa masyaayikhinaa wa masyayikhi masyaayikhinaa wa limanijtama'naa haahunaa bisababihii, Al-Fatihah.
Artinya: "Kemudian, Al-Fatihah diperuntukkan semua ahli kubur dari kaum muslimin laki-laki dan perempuan dan kepada kaum mukminin laki-laki dan perempuan di dunia bagian timur sampai baratnya, baik yang di darat maupun di laut. Khususnya, kepada bapak-bapak kami dan ibu-ibu kami, kakek-kakek dan nenek kami, para guru besar kami dan guru besar mereka, kepada guru kami, para guru gurunya kami, dan kepada orang-orang yang menyebabkan kami semua berkumpul di sini, Al-Fatihah.”
4. Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدُ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwa Allahu ahad, Allahu samad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
Artinya: "Katakanlah, 'Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia."
5. Surat Al-Falaq
قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ الۡفَلَقِۙ. مِنۡ شَرِّ مَا خَلَقَۙ. وَمِنۡ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ. وَمِنۡ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الۡعُقَدِۙ. وَمِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Qul a'uzuu bi rabbil-falaq. Min sharri ma khalaq. Wa min sharri ghasiqin iza waqab. Wa min sharrin-naffaa-thaati fil 'uqad. Wa min shar ri haasidin iza hasad.
Artinya: "Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
6. Surat An-Nas
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ. مَلِكِ النَّاسِۙ. اِلٰهِ النَّاسِۙ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ. الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ
Qul a'ụżu birabbin-nās, malikin-nās, ilāhin-nās, min sharril-waswāsil-khannās, allażī yuwas wisu fī ṣudụrin-nās, minal-jinnati wan-nās
Artinya: "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
7. Al-Fatihah
Selanjutnya, membaca surat Al-Fatihah lagi. Namun kali ini tidak ada pendahuluan seperti di awal.
8. Surat Al-Baqarah Ayat 1-5
الٓمّٓۚ. ذٰلِكَ الۡڪِتٰبُ لَا رَيۡبَۛۚۖ فِيۡهِۛۚ هُدًى لِّلۡمُتَّقِيۡنَۙ.الَّذِيۡنَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِالۡغَيۡبِ وَ يُقِيۡمُوۡنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقۡنٰهُمۡ يُنۡفِقُوۡنَۙ. وَالَّذِيۡنَ يُؤۡمِنُوۡنَ بِمَۤا اُنۡزِلَ اِلَيۡكَ وَمَاۤ اُنۡزِلَ مِنۡ قَبۡلِكَۚ وَبِالۡاٰخِرَةِ هُمۡ يُوۡقِنُوۡنَؕ. اُولٰٓٮِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنۡ رَّبِّهِمۡ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُفۡلِحُوۡنَ
Alif Lam Meem. Dhaalika al-kitābu lā rayba fīhi hudan lil-muttaqīn. Al-Ladhīna yu'minūna bil-ghaybi wa yuqīmūnas-salāta wa mim-mā razaqnahum yunfiqūn. Wal-Ladhīna yu'minūna bimā unzila ilaika wa mā unzila min qablika wa bil-ākhirati hum yūqinūn. Ulā'ika 'alā hudan mir rabbihim wa ulā'ika humul muflihūn.
Artinya: "Alif Lām Mīm. Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka beriman kepada (Alquran) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung."
9. Surat Al-Baqarah Ayat 163
وَالَهُكُم إِلَهُ وَجِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ
Wa ilaahukum ilaahuw wahid, laa ilaaha illaa huwar rahmaanur rahiim.
Artinya:
"Dan, Tuhan adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan, melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."
10. Ayat Kursi
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوۡمٌؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ
Allāhu Lā ilāha illā Huwa Al-Ḥayyu Al-Qayyūmu, Lā takhużuhū sinatun walā nawmun. Lahu mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man żallazī yashfa'u 'indahu illā bi-idhnihi. Ya'lamu mā bayna aīdīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bishai'in min 'ilmihi illā bimā shā'. Wa si'a kursīyuhu as-samāwāti wal-arḍa, wa lā ya'ūduhu ḥifẓuhumā. Wa Huwa Al-'Alīyu Al-'Aẓīm.
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang dihadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.”
11. Surat Al-Baqarah Ayat 284-286
لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِؕ وَاِنۡ تُبۡدُوۡا مَا فِىۡۤ اَنۡفُسِكُمۡ اَوۡ تُخۡفُوۡهُ يُحَاسِبۡكُمۡ بِهِ اللّٰهُؕ فَيَـغۡفِرُ لِمَنۡ يَّشَآءُ وَيُعَذِّبُ مَنۡ يَّشَآءُ ؕ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرٌ
Lillaahi maa fissamaawaati wa maa fil ardhi; wa in tubduu maa fiii anfusikum aw tukhfuuhu yuhaasibkum bihil laah; fayaghfiru li mayyasyaaa-u wa yu'adzzibu may yasyaaa-u, wallaahu 'alaa kulli syai in qadiir.
Artinya: "Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
اٰمَنَ الرَّسُوۡلُ بِمَاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡهِ مِنۡ رَّبِّهٖ وَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَؕ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۚ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ اَحَدٍ مِّنۡ رُّسُلِهٖ ۚ وَقَالُوۡا سَمِعۡنَا وَاَطَعۡنَا ۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيۡكَ الۡمَصِيۡرُ
Aamanar-Rasuulu bimaaa unzila ilaihi mir-Rabbihii walmu'minuun; Kullun Aamana billaahi wa Malaaa-ikatihii wa kutubihii wa Rusulih, laa nufarriqu baina ahadim-mir-Rusulihii wa qooluu sami'naa wa atha'naa ghufraanaka Rabbanaa wa ilaikal-mashiir.
Artinya: "Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan Rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali."
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفۡسًا اِلَّا وُسۡعَهَاؕ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَيۡهَا مَا اكۡتَسَبَتۡؕ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡنَاۤ اِنۡ نَّسِيۡنَاۤ اَوۡ اَخۡطَاۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَاۤ اِصۡرًا كَمَا حَمَلۡتَهٗ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِنَاۚرَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖ ۚ وَاعۡفُ عَنَّا وَاغۡفِرۡ لَنَا وَارۡحَمۡنَا ۚ اَنۡتَ مَوۡلٰٮنَا فَانۡصُرۡنَا عَلَى الۡقَوۡمِ الۡكٰفِرِيۡنَ
Laa yukalliful-laahu nafsan illaa wus'ahaa; lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat; Rabbanaa la tu'aakhidznaa in nasiinaaa aw akhtaa-naa; Rabbanaa wa laa tahmil-'alainaaa ishran kamaa hamaltahuu 'alal-ladziina min qablinaa; Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa Thooqatalanaa bih, wa'fuannaa waghfirlanaa warhamnaa, Anta Maulanaa Fanshurnaa 'alal-qoumil-Kaafiriin.
Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
12. Irhamna
ارْحَمْنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Irhamnaa, yaa arhamar raahimiin
Artinya: "Sayangilah kami, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang."
13. Istighfar
اسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Astaghfirullaahal 'azhiim (3x).
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung (3x)."
الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.
Alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiih.
Artinya: "Yang tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada- Nya."
14. Tahlil
Lanjutkan dengan membaca tahlil berikut ini:
اَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ اَنَّهُ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَيٌّ مَوْجُوْدٌ
Afdhaludz dzikri fa'lam annahu laa ilaaha illallaah, hayyun maujuud
Artinya: "Sebaik-baik dzikir-ketahuilah-adalah lafal 'La ilāha illallāh', tiada tuhan selain Allah, Dia Maha Hidup lagi Ada"
لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَيٌّ مَعْبُوْدٌ
Laa ilaaha illallaahu hayyun ma'buud.
Artinya: "Tiada tuhan selain Allah, dzat yang hidup dan disembah."
لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ، حَىٌّ بَاقٍ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ
Laa ilaaha illallaahu hayyun baaqil ladzii laa yamuut.
Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Dia Maha Hidup lagi Ada."
لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، حَيُّ مَعْبُود.
Laa ilaaha illallaahu hayyun ma'buud.
Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Dia Maha Hidup lagi disembah."
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، حَيَّ بَاقٍ.
Laa ilaaha illallaahu hayyun baaq.
Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Dia Maha Hidup lagi Kekal."
لَا إِلَهَ إِلَّا الله
Laa llaaha illallaah (100x).
Artinya: "Tiada tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah" (100x).
لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللهِ.
Laa ilaaha illallaahu muhammadur rasuulullaah,
Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah."
15. Selawat
Selanjutnya, membaca selawat yang dipersembahkan untuk Nabi Muhammad Saw. Bacaan selawat tersebut yakni di bawah ini.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ.
Allaahumma shalli 'alaa muhammad, allaahumma shalli 'alaihi wasallim.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, anugerahkanlah selawat dan salam kepada beliau."
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ.
Allaahumma shalli 'alaa muhammad, yaa rabbi shalli 'alaihi wasallim.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, anugerahkanlah selawat dan salam kepada beliau."
سَبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Sub-haanallaahi wabihamdih, sub-haanallaahil 'azhiim (33x).
Artinya: "Maha Suci Allah, dan aku memuji-Nya. Maha Suci Allah, Yang Maha Agung" (33x)
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ.
Allaahumma shalli 'alaa habiibika sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wasallim.
Artinya: "Ya Allah, limpahkan rahmat dan salam atas junjungan kami, Nabi Muhammad, serta atas keluarga dan sahabat beliau."
16. Surat Al-Fatihah
Jika sudah selesai membaca selawat, dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah secara lengkap.
Baca juga: Doa Penutup Tahlil dalam Latin dan Terjemahan Bahasa Indonesia
Bacaan tahlil ziarah kubur yang disebutkan di atas bisa diamalkan untuk mengirim doa kepada leluhur. Dengan begitu, diharapkan almarhum atau almarhumah dapat diterima di sisi Allah Swt. (DLA)
