Bacaan Wirid dan Doa Setelah Sholat Witir Bulan Ramadan

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salat witir merupakan salat sunah yang dianjurkan untuk ditunaikan sebagai penutup rangkaian salat malam, terutama di bulan Ramadan. Setelah menyelesaikannya, umat Islam dianjurkan untuk membaca bacaan wirid dan doa setelah sholat witir.
Wirid dan doa sangat dianjurkan agar mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah Swt. Bacaan wirid dan doa ini memiliki keutamaan dalam meningkatkan ketakwaan serta memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
Bacaan Wirid dan Doa Setelah Sholat Witir Ramadan
Dengan memperbanyak zikir dan doa, umat Islam dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah serta memohon ampunan agar mendapatkan keberkahan dan rahmat-Nya.
Adapun bacaan wirid dan doa setelah sholat witir di bawah ini, sebagaimana dikutip dari Kitab Induk Doa & Dzikir Terlengkap, Nasrullah dan Tim Shahih, (2016),
1. Membaca Tasbih
Rasulullah saw mengajarkan untuk membaca tasbih sebanyak tiga kali setelah salat witir:
Arab: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ
Latin: Subhānal malikil quddūs
Artinya: "Mahasuci Raja yang Maha Suci."
(Dibaca 3 kali, pada bacaan ketiga dianjurkan untuk mengeraskannya sedikit)
2. Membaca Istighfar
Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ العَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الحَيُّ القَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Latin: Astaghfirullāh al-‘azhīma alladzī lā ilāha illā huwal-ḥayyu al-qayyūm wa atūbu ilayh.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya."
(Dibaca 3 kali atau lebih)
3. Membaca Syahadat
Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Latin: Asyhadu an lā ilāha illallāhu waḥdahu lā syarīka lahu, lahu al-mulku walahu al-ḥamdu yuḥyī wa yumītu wa huwa ‘alā kulli syay’in qadīr.
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
4. Membaca Selawat Nabi
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Latin: Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma’īn.
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan seluruh sahabatnya."
5. Membaca Doa Rasulullah Saw
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Latin: Allāhumma innī a‘ūdzu biriḍāka min sakhaṭika, wa bimu‘āfātika min ‘uqūbatika, wa a‘ūdzu bika minka, lā uḥṣī tsanā’an ‘alayka, anta kamā atsnayta ‘alā nafsik.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung dengan rida-Mu dari murka-Mu, dan dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (siksa)-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian untuk-Mu. Engkau sebagaimana yang Engkau puji atas diri-Mu sendiri."
6. Doa Setelah Salat Witir
Arab: اَللّٰهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Latin: Allahumma inni a'udzu biridhaka min sakhathika wa bi mu'afatika min 'uqubatika wa a'udzubika minka la uhshi tsana'an 'alaika anta kama atsnaita 'ala nafsika.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu, dan berlindung kepada-Mu dari siksaan-Mu. Aku tidaklah mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau menyanjung/memuji diri-Mu sendiri." (HR Abu Daud, At Tirmidzi).
Baca juga: Doa Setelah Sholat Tarawih Pendek, lengkap dengan Zikirnya
Di bulan Ramadan, bacaan wirid dan doa setelah sholat witir menjadi lebih bermakna karena setiap ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mengamalkanya, terutama di malam-malam terakhir Ramadan. (RIZ)
