Konten dari Pengguna

Beda Tradisi Tarawih NU dan Muhammadiyah, Perbedaan di Jumlah Rakaat

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Beda Tradisi Tarawih NU dan Muhammadiyah. Sumber: Unsplash/Annas Arfnahri
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Beda Tradisi Tarawih NU dan Muhammadiyah. Sumber: Unsplash/Annas Arfnahri

Muhammadiyah dan NU merupakan organisasi Islam besar di Indonesia. Kedua organisasi tersebut memiliki perbedaan sejumlah perbedaan. Salah satunya adalah beda tradisi tarawih NU dan Muhammadiyah.

Tarawih adalah ibadah sunah muakkad yang dilaksanakan khusus pada bulan Ramadan. Tarawih dilaksanakan pada malam hari setelah salat isya.

Ketahui Beda Tradisi Tarawih NU dan Muhammadiyah

Ilustrasi Beda Tradisi Tarawih NU dan Muhammadiyah. Sumber: Unsplash/Annas Arfnahri

Tarawih dapat dilaksanakan secara berjemaah maupun sendiri di rumah. Tata cara tarawih sebenarnya mirip dengan salat wajib.

Dalam pelaksanaannya, dua organisasi Islam di Indonesia memiliki perbedaan pandangan. Beda tradisi tarawih NU dan Muhammadiyah terletak pada jumlah rakaat salat.

Muhammadiyah mengikuti cara yang dilakukan oleh Rasulullah saw., yaitu menggunakan dua macam pilihan. Antara lain tarawih 4-4-3 dan 2-2-2-2-2-1.

Dikutip dari situs resmi muhammadiyah.or.id, Muhammadiyah menggunakan formasi 4-4-3 berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibunda ‘Aisyah radhiallahu ‘anha yang berbunyi,

“Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah melakukan salat sunah pada Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau salat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian, beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau salat lagi tiga rakaat (witir).”

Sementara formasi tarawih 2-2-2-2-2-1 berdasarkan hadis riwayat Muslim dari sahabat Ibn Abbas. Berikut bunyi hadisnya.

“Aku berdiri di samping Rasulullah, kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah salat dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rakaat, selanjutnya Rasulullah salat witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai Bilal menyerukan azan. Maka bangunlah Rasulullah dan salat dua rakaat singkat-singkat, kemudian pergi melaksanakan salat subuh.”

Sedangkan NU melaksanakan salat tarawih sebanyak 23 rakaat. Dikerjakan dengan 2 rakaat dan 1 salam sebanyak sepuluh kali. Kemudian ditutup dengan melaksanakan salat witir sebanyak 3 rakaat.

Perbedaan jumlah rakaat salat tarawih sudah ada sejak zaman Rasulullah. Beberapa ulama atsar dan sahabat nabi ada yang tidak membatasi jumlah rakaat tarawih.

Sebagai contoh Imam Syafi’i, Imam Ahmad bin Hambal, dan Imam Abu Hanifah melaksanakan salat tarawih sebanyak 20 rakaat dan 1 witir. Bahkan penduduk Madinah (ahli Madinah) tarawih sebanyak 36 rakaat.

Baca juga: Bacaan Bilal Tarawih 23 Rakaat Lengkap Arab Latin

Jadi, beda tradisi tarawih NU dan Muhammadiyah terletak pada jumlah rakaat salat. Muhammadiyah melakukan tarawih dengan 11 rakaat (8 ditambah 3 rakaat witir). Sedangkan Nahdlatul Ulama melaksanakannya sebanyak 23 rakaat (20 ditambah 3 rakaat witir). (FAR)