Konten dari Pengguna

Doa agar Terhindar dari Fitnah Dajjal untuk Umat Islam

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Doa agar Terhindar dari Fitnah Dajjal. Sumber: Unsplash/Levi Meir Clancy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Doa agar Terhindar dari Fitnah Dajjal. Sumber: Unsplash/Levi Meir Clancy

Doa agar terhindar dari fitnah dajjal perlu dihafalkan oleh semua umat Islam. Pasalnya, kemunculan dajjal merupakan salah satu tanda datangnya akhir zaman atau kiamat.

Oleh sebab itu, umat Islam perlu memperbanyak amal baik, memperbanyak ibadah kepada Allah Swt, dan mempertebal iman. Hal itu bertujuan supaya terhindar dari fitnah dajjal dan tidak menjadi pengikutnya di hari kiamat kelak. Fitnah dajjal sangat kejam. Hal tersebut bisa membuat umat Islam hancur dalam keimanannya terhadap Allah Swt.

Doa agar Terhindar dari Fitnah Dajjal

Ilustrasi Doa agar Terhindar dari Fitnah Dajjal. Sumber: Unsplash/Jeremy Yap

Berikut adalah doa agar terhindar dari fitnah Dajjal yang bisa dibaca dan dihafalkan umat Islam.

Berdasarkan buku yang berjudul Buku Pintar Doa dan Zikir Rasulullah, karya Abdullah Zaedan, (hal 83), Abu Darda mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda, “Barangsiapa sudah membaca sepuluh ayat dari surat Al-Kahfi maka ia sudah terjaga dari fitnah dajjal.” (HR An-Nasai). Bunyi surat Al-Kahfi ayat 1-10 yakni sebagai berikut.

  1. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ

    Al-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajā

    Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok.

  2. قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙ

    Qayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā

    Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik.

  3. مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙ

    Mākiṡīna fīhi abadā

    Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

  4. وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖ

    Wa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladā

    Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak."

  5. مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا

    Mā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibā

    Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.

  6. فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًا

    Lafa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafā

    Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).

  7. اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

    Innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā

    Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.

  8. وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗ

    Wa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzā

    Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.

  9. اَمْ حَسِبْتَ اَنَّ اَصْحٰبَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيْمِ كَانُوْا مِنْ اٰيٰتِنَا عَجَبًا

    Am ḥasibta anna aṣ-ḥābal-kahfi war-raqīmi kānụ min āyātinā 'ajabā

    Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?

  10. اِذْ اَوَى الْفِتْيَةُ اِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوْا رَبَّنَآ اٰتِنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً وَّهَيِّئْ لَنَا مِنْ اَمْرِنَا رَشَدًا

    Iż awal-fityatu ilal-kahfi fa qālụ rabbanā ātinā mil ladungka raḥmataw wa hayyi` lanā min amrinā rasyadā

    (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami."

Baca juga: Doa Haji Mabrur: Arab, Latin, dan Artinya

Doa agar terhindar dari fitnah dajjal dapat dibaca umat Islam sebagai bentuk perlindungan diri. Doa tersebut dapat dihafalkan dan diamalkan setiap hari. (Adm)