Konten dari Pengguna

Doa Buka Puasa Qadha: Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa buka puasa qadha. Unsplash.com/arif-ubayy
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa buka puasa qadha. Unsplash.com/arif-ubayy

Doa buka puasa qadha adalah bagian dari ibadah yang dilakukan untuk menggantikan puasa yang ditinggalkan pada bulan Ramadan dengan alasan tertentu. Contohnya seperti sakit, bepergian, atau keadaan lainnya yang dibolehkan syariat.

Sebagai kewajiban, puasa qadha harus dikerjakan sebelum datangnya Ramadan berikutnya. Selain niat saat sahur, penting juga untuk mengetahui doa berbuka puasa qadha agar ibadah lebih sempurna.

Daftar isi

Berikut ini doa buka puasa qadha dan beberapa doa lain yang berkaitan dikutip dari nu.or.id:

Doa Buka Puasa Qadha

Ilustrasi doa buka puasa qadha. Unsplash.com/Inna-Safa

Secara umum, doa buka puasa qadha sama seperti doa berbuka puasa Ramadan. Berikut lafaznya:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allahumma laka sumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu.

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Doa Buka Puasa Riwayat Sahabat Abdullah bin ‘Umar

Ilustrasi doa buka puasa qadha. Unsplash.com/Inna-Safa

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah

Artinya: “Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah.”

Doa Buka Puasa dalam Kitab Fathul Mu'in

Ilustrasi doa buka puasa qadha. Unsplash.com/Mufid-Majnun

Di dalam Kitab Fathul Mu'in juz 2 halaman 279 dijelaskan bahwa ketentuan doa berbuka puasa yang baik adalah dengan membaca doa sesuai dengan lafal doa dalam hadits riwayat Mu’adz bin Zuhrah.

Sementara lafal doa dalam hadits yang diriwayatkan shahabat Abdullah bin Umar ditambahkan ketika seseorang berbuka dengan menggunakan air. Berikut penjelasannya:

وَيُسَنُّ أَنْ يَقُوْلَ عَقِبَ الْفِطْرِ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَيَزِيْدُ - مَنْ أَفْطَرَ بِالْمَاءِ -: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى.

Artinya: “Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka 'Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftharthu' dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: 'Dzahabadzh dzhama-u wabtallatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah'.”

Doa Buka Puasa dalam Kitab Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna

Ilustrasi doa buka puasa qadha. Unsplash.com/Mufid-Majnun

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika 'alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu

Artinya: "Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.”

Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadan

Ilustrasi doa buka puasa qadha. Unsplash.com/Inna-Safa

Adapun berikut ini adalah lafal niat qadha puasa Ramadan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Swt.”

Waktu Membaca Niat Qadha Puasa Ramadan

Ilustrasi doa buka puasa qadha. Unsplash.com/Inna-Safa

Mereka yang mengqadha puasa Ramadan wajib membaca niat puasa qadhanya di malam hari menurut Mazhab Syafi’i.

Seperti yang diterangkan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitab Hasyiyatul Iqna’-nya berikut.

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر.

Artinya: “Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah saw, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasarkan pada redaksi dzahir hadits.”

Hukum Puasa Qadha

Ilustrasi doa buka puasa qadha. Unsplash.com/Mufid-Majnun

Puasa adalah ibadah yang diwajibkan oleh Allah Swt kepada seluruh umat Islam. Seperti yang dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur'an.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْکُمُ الصِّيَا مُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِکُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

yaaa ayyuhallaziina aamanuu kutiba 'alaikumush-shiyaamu kamaa kutiba 'alallaziina ming qoblikum la'allakum tattaquun

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 183)

Puasa qadha wajib dilakukan oleh setiap muslim yang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اَيَّا مًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ كَا نَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّا مٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَا مُ مِسْكِيْنٍ ۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَ نْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّـکُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

ayyaamam ma'duudaat, fa mang kaana mingkum mariidhon au 'alaa safaring fa 'iddatum min ayyaamin ukhor, wa 'alallaziina yuthiiquunahuu fidyatung tho'aamu miskiin, fa mang tathowwa'a khoirong fa huwa khoirul lah, wa ang tashuumuu khoirul lakum ing kungtum ta'lamuun

Artinya: "(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 184)

Puasa qadha dapat dilakukan kapan saja, baik pada hari-hari biasa maupun di bulan-bulan tertentu, kecuali pada hari-hari yang diharamkan berpuasa seperti Idulfitri dan Iduladha.

Membaca doa berbuka saat qadha menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas nikmat berbuka setelah menunaikan kewajiban puasa. Selain itu, doa ini menjadi bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu, termasuk makanan dan minuman, adalah rezeki dari Allah.

Beberapa adab berbuka puasa, yaitu:

  • Segera berbuka ketika sudah masuk waktu maghrib.

  • Berbuka dengan makanan yang ringan seperti kurma atau air putih.

  • Menghindari makanan berlebihan agar ibadah tetap khusyuk.

Beberapa keutamaan puasa qadha yaitu:

  • Menyempurnakan Kewajiban Ibadah: Puasa qadha adalah cara untuk menutupi kekurangan dalam ibadah Ramadan yang terlewat karena alasan tertentu.

    Allah memberikan kesempatan untuk menyempurnakan amal ini sehingga seorang muslim dapat menjalankan perintah-Nya secara utuh.

  • Mendapat Pahala seperti Puasa Ramadan: Walaupun dilakukan di luar bulan Ramadan, puasa qadha tetap memiliki nilai pahala besar karena termasuk kewajiban.

    Dengan niat ikhlas dan melaksanakannya tepat waktu, seorang muslim dapat meraih ganjaran yang serupa.

  • Bukti Ketaatan kepada Allah: Menjalankan puasa qadha menunjukkan sikap taat terhadap perintah Allah. Hal ini mencerminkan seorang muslim yang bertanggung jawab atas kewajiban ibadahnya dan bersungguh-sungguh menjaga hubungannya dengan Allah.

  • Menghapus Dosa: Selain sebagai pelengkap ibadah, puasa qadha juga menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa kecil. Rasulullah saw bersabda:

    "Fitnah (dosa) seorang laki-laki terhadap keluarganya, hartanya, dan tetangganya dapat dihapuskan oleh salat, puasa, dan sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Mendapat Ridha Allah: Menyegerakan puasa qadha dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh adalah tanda seorang muslim yang mengutamakan ridha Allah di atas segalanya. Hal ini menjadi salah satu bentuk penghambaan sejati.

Beberapa hikmah puasa qadha yaitu:

  • Meningkatkan Kesadaran atas Kewajiban: Puasa qadha mengajarkan kita pentingnya memprioritaskan kewajiban agama di tengah kesibukan dunia.

    Ini mendidik seorang muslim untuk tidak menunda-nunda dalam melunasi tanggung jawab kepada Allah.

  • Melatih Kesabaran dan Ketakwaan: Seperti halnya puasa Ramadan, puasa qadha juga mengasah kesabaran dalam menahan hawa nafsu. Hikmah ini menanamkan ketakwaan yang lebih mendalam kepada Allah Swt.

  • Memperkuat Disiplin Diri: Ketika seseorang melaksanakan puasa qadha, ia belajar untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu, terutama saat menentukan jadwal puasa di luar Ramadan.

  • Menguatkan Hubungan dengan Allah: Dengan melaksanakan puasa qadha, seorang muslim membangun kedekatan dengan Allah. Perasaan lega setelah menyelesaikan kewajiban ini juga memperkuat ikatan spiritual antara hamba dan Sang Pencipta.

Doa buka puasa qadha tidak berbeda dengan puasa Ramadhan, karena keduanya adalah ibadah yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Selain membaca doa, penting juga untuk memahami maknanya agar lebih meresapi syukur atas rezeki dan kesempatan menjalankan ibadah.(Win)

Baca juga: Kumpulan Bacaan Doa Lengkap: Arab, Latin dan Terjemahannya