Doa Pembuka Majelis yang Syar'i Sesuai Sunah beserta Adab Menghadiri Majelis

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa pembuka Majelis yang Syar'i dibaca saat mengawali sebuah majelis. Doa ini diamalkan agar majelis yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan mendapat rida dari Allah Swt.
Majelis sering dipahami sebagai suatu pertemuan untuk mencari ilmu secara bersama-sama. Dalam Islam, majelis identik dengan pengajian atau pertemuan untuk memperdalam ilmu agama Islam.
Bacaan Doa Pembuka Majelis yang Syar'i untuk Mengawali Majelis agar Berjalan dengan Lancar
Menurut buku 52 Kultum Favorit untuk Muslimah, Zakiah Nur Jannah dan Noor Hafid (2023: 11), doa pembuka majelis adalah doa yang dipanjatkan sebelum memulai ceramah, pidato, khotbah, atau pengajian. Membaca doa sangat penting agar majelis yang dibuka dapat dilancarkan dan mendapatkan rida dari Allah Swt.
Doa ini adalah sebagai bentuk permhonan kepada Allah Swt agar acara dapat berjalan lancar dan tidak terjadi masalah. Bacaan doa pembuka majelis yang syar'i adalah sebagai berikut.
1. Bacaan Doa Pembuka Majelis Panjang
"Innal hamdalillaah, nahmaduhuu wa nata'iinuhu, wa nastagh-firuh. Wa na'uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a'maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudh-lil falaa haadiya lah. Wa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan 'abduhu wa rasuuluh. Ammaa ba'du"
Artinya: "Segala puji hanya kepada Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barang siapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang daoat menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya."
2. Bacaan Doa Pembuka Majelis Singkat
Alhamdu lillahil-lazi hadana lihaza, wa ma kunna linahtadiya lau la an hadanallah
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalai Allah tidak memberi kami petunjuk." (QS. Al-Araf ayat 43)
Adab Menghadiri Majelis
Menurut buku Adab dalam Majelis, Hafidz Muftisany (2021: 2), ada beberapa adab yang perlu diperhatikan saat menghadiri majelis, yaitu sebagai berikut.
1. Mengucap Salam
Mengucap salam saat menghadiri majelis tidak hanya menunjukkan keramahan tetapi juga mendoakan keselamatan orang-orang yang juga hadir dalam majelis tersebut.
2. Tidak Berbisik-bisik
Tidak berbisik-bisik dalam majelis karena dapat menimbulkan prasangka orang lain dalam majelis yang dihadiri. Selain itu, bersisik-bisik juga dapat mengganggu orang lain dalam mencerna materi yang disampaikan dalam majelis.
3. Tidak Banyak Tertawa
Saat menghadiri majelis baiknya tidak banyak tertawa karena akan mengganggu sesama muslim yang menghadiri majelis. Selain itu, penting untuk tidak terlalu banyak bercakap-cakap dengan orang lain saat majelis berlangsung.
4. Saling Menghormati
Sikap saling menghormati dalam majelis ditunjukkan dengan tidak berbicara sendiri dan mendengarkan penjelasan dengan baik. Hal ini merupakan penghormatan pada orang yang tengah menyampaikan materi, juga kepada orang lain yang menghadiri majelis tersebut.
Baca juga: 4 Doa untuk yang Berangkat Umroh Lengkap, Arab dan Latin
Itulah bacaan doa pembuka majelis yang syar'i untuk diamalkan umat muslim sebelum memulai majelis agar dapat berjalan lancar dan mendapat rida Allah Swt. Selain itu, ada pula adab menghadiri majelis yang perlu diperhatikan supaya majelis berjalan dengan tertib dan kondusif. (IND)
