Konten dari Pengguna

Doa Penutup Majelis yang Diamalkan Rasulullah saw dan Keutamannya

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi doa penutup majelis. Foto: Unsplash/Raka Dwi Wicaksana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi doa penutup majelis. Foto: Unsplash/Raka Dwi Wicaksana

Dalam agama Islam, setiap kegiatan dianjurkan untuk memulai dan mengakhirinya dengan berdoa. Salah satunya adalah kegiatan majelis. Oleh sebab itu, doa penutup majelis perlu diketahui.

Doa tersebut merupakan salah satu bentuk zikir kepada Allah Swt. Selain itu, doa penutup majelis memiliki keutamaan besar dan selalu dibaca Rasulullah saw.

Doa Penutup Majelis yang Diamalkan Rasulullah saw

Ilustrasi doa penutup majelis. Foto: Unsplash/Masjid MABA

Majelis secara bahasa berasal dari bahasa Arab “jalasa” yang bermakna mengajak orang yang berbaring untuk duduk sejenak kemudian beranjak melakukan kegiatan.

Sedangkan dalam KBBI, majelis diartikan sebagai pertemuan atau perkumpulan banyak orang atau bangunan tempat orang berkumpul.

Dahulu Rasulullah saw. ketika membuka atau menutup majelis sering membaca doa. Adapun doa penutup majelis atau kafaratul majelis yang diamalkan Rasulullah saw. yang dikutip dari buku 52 Kultum Favorit untuk Muslimah oleh Zakiah Nur Jannah dan Noor Haflid (2023) yakni.

1. Doa Penutup Majelis Pertama

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu alla ilahailla anta, astaghfiruka wa atubu ilaik

Artinya: "Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu." (HR. Tirmidzi no. 3433, Abu Daud no 4859, dan Ahmad 4:425)

2. Doa Penutup Majelis Kedua

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا تَحُولُ بِهِ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ ٱلْيَقِينِ مَا تُهَوَنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ فَأَرَنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمَنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنًا وَلَا تُسَلَّطَ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمْنَا.

Allahummaqsim lanaa min khasy-yatika maa tahuulu bihii bainanaa wa baina ma'shiyyatika wamin thaa'atika maa tuballighuna bihii jannataka waminal yaqiini maa tuhawwinu bihii 'alainaa mashaa-ibad dunya.

Allahumma matti'naa bi asmaa'inaa wa abshaarinaa waquwwatinaa ma ahyaytanaa waj'alhul waaritsa minnaa waj'alhu tsa'ranaa 'alaa man 'aadaanaa walaa taj'al mushiibatanaa fii diininaa walaa taj'alid dunya akbara hamminaa walaa mablagha 'ilminaa walaa tusallith 'alainaa manlaa yarhamunaa.

Artinya: "Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini.

Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami, dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau hadirkan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami." (HR. Tirmidzi no. 3502)

Keutamaan Doa Penutup Majelis

Ilustrasi doa penutup majelis. Foto: Unsplash/Utsman Media

Membaca doa penutup majelis memiliki keutamaan sebagai penambal kesalahan yang dilakukan di majelis. Sebagaimana dalam sebuah hadis dari Abu Barzah Al-Aslami, ia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata di akhir majelis jika beliau hendak berdiri meninggalkan majelis, “Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik.”

Ada seseorang yang berkata pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan suatu perkataan selama hidupmu”.

Beliau bersabda, “Doa itu sebagai penambal kesalahan yang dilakukan dalam majelis.” (HR. Abu Daud no. 4857 dan Ahmad 4: 425)

Selain itu, membaca doa penutup sebagai cara agar tidak menjadi sebuah penyesalan pada hari kiamat. Seperti dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:

“Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak ada dzikir pada Allah, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud no. 4855 dan Ahmad 2: 389)

Baca Juga: Macam-Macam Doa untuk Milad Majelis Berisi Harapan Kebaikan

Itulah penjelasan tentang doa penutup majelis yang diamalkan Rasulullah saw. dan keutamaannya. Semoga setelah mengetahuinya dapat mengamalkan doa tersebut agar tidak menjadi seorang yang merugi.(MZM)