Konten dari Pengguna

Hadis Puasa Tasua dan Asyura pada Bulan Muharam

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hadis Puasa Tasua dan Asyura. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Rachid
zoom-in-whitePerbesar
Hadis Puasa Tasua dan Asyura. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Rachid

Hadis puasa Tasua dan Asyura pada tanggal 9 dan 10 Muharam menjadi dasar penting bagi umat dalam menjalankan ibadah sunah di awal tahun Hijriah. Dua hari ini punya nilai penting dalam Islam.

Dikutip dari buku Panduan Ibadah Puasa, Ahmad dkk (2024: 179), puasa Tasua yang jatuh pada 9 Muharam mencerminkan semangat toleransi dan kejelasan identitas Islam. Sementara, hari Asyura jatuh pada tanggal 10 Muharam.

Hadis Puasa Tasua dan Asyura pada Bulan Muharam

Hadis Puasa Tasua dan Asyura. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Abdullah

Puasa Asyura menyimpan nilai sejarah penting yaitu diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran Firaun. Menjalankan puasa pada dua hari ini bukan hanya amalan rutin semata. Sebagai pembeda dengan umat Yahudi, umat Islam juga disarankan untuk menjalani puasa Tasua.

Amalan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, mengenang perjuangan para nabi, dan meningkatkan ketakwaan. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami dasar hadis yang melatarbelakangi anjuran ini.

Berikut ini hadis puasa Tasua dan Asyura yang penting diketahui umat Islam menurut muhammadiyah.or.id.

1. Hadis Puasa Tasua

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِي اللهُ عَنْهُ قَالَ حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ [رواه مسلم وأبو داود]

Arti dalam bahasa Indonesia: “Dari Ibnu Abbas r.a., ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari ‘Asyura’ dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, hari ‘Asyura’ adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani.” Rasulullah SAW bersabda, “Kalau begitu, Insya Allah tahun depan kita berpuasa juga pada hari kesembilan.” Namun, sebelum tahun depan tiba, Rasulullah SAW telah wafat. [HR Muslim dan Abu Dawud].

2. Hadis Puasa Asyura

عن عائشة ، رضي الله عنها ، أن قريشا كانت تصوم يوم عاشوراء في الجاهلية ثم أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بصيامه حتى فرض رمضان وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من شاء فليصمه ، ومن شاء أفطر

Arti dalam bahasa Indonesia: Dari Aisyah RA, sesungguhnya orang-orang Quraisy dulu pada masa jahiliyah berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah Saw pun memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu hingga turunnya perintah wajib puasa Ramadhan. Rasulullah (setelah wajibnya puasa Ramadhan) berkata barang siapa menghendaki maka ia boleh berpuasa Asyura sedangkan yang tidak mau puasa maka tidak mengapa (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Doa Buka Puasa Tasua dan Asyura: Arab, Latin, dan Artinya

Dengan memahami hadis puasa Tasua dan Asyura, umat Islam dapat lebih menghargai makna spiritual di balik ibadah ini. Semoga amalan puasa tersebut menjadi jalan untuk meraih ampunan dan keberkahan di awal tahun Hijriah. (Gin)