Hukum Bacaan Izhar, Macam-Macam, dan Contohnya di Al-Qur'an

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu yang harus dipelajari dalam ilmu tajwid adalah hukum bacaan izhar. Izhar wajib dipahami karena akan banyak digunakan saat membaca Al-Qur’an.
Membaca kitab suci Al-Qur’an tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan. Saat membacanya, umat muslim perlu memerhatikan harakat, panjang-pendek, dan lain sebagainya.
Ketahui Hukum Bacaan Izhar, Macam-Macam, dan Contohnya
Salah satu hukum bacaan dalam ilmu tajwid adalah izhar. Izhar secara bahasa artinya memperjelas, menampakkan jelasnya, atau terang. Sementara menurut istilah, izha adalah membaca huruf hijaiah dengan jlas tanpa dengung.
Dikutip dari buku Tahsin Al-Qur'an Panduan Mengaji Al-Qur’an dengan Kaidah Tajwid, Khodijah (2023:76), izhar adalah mengeluarkan huruf dari makhrajnya dengan bacaan yang jelas dan tepat tanpa ada penambahan maupun pengurangan bunyi, tidak mendengung meskipun ن maupun م sukun.
Izhar dibaca saat nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf hamzah (ء), ha (هـ), ha (ح), kha (خ), ‘ain (ع), ghain (غ). Berikut hukum bacaan izhar dan contohnya di dalam Al-Qur’an.
1. Izhar Halqi
Izhar halqi merupakan hukum bacaan yang dibaca jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf izhar halqi. Jika demikian, maka ayat harus dibaca dengan jelas dan tidak menggunakan dengung.
Dibaca sesuai dengan makhraj dan sifat-sifat yang dimilikinya. Berikut beberapa contoh izhar halqi di dalam Al-Qur’an.
Surah Al-Baqarah ayat 18: بُكْمٌ عُمْيٌ
Surah Ali Imran ayat 7: مُّحۡكَمَٰتٌ هُنَّ
Surah Yasin ayat 9: وَّمِنْ خَلْفِهِمْ
Surah Al-Kahf ayat 2: مِّنْ لَّدُنْهُ
Surah At-Tin ayat 6: اَجْرٌ غَيْرُ
2. Izhar Syafawi
Izhar syafawi termasuk ke dalam hukum bacaan mim sukun. Hal ini karena mim mati atau sukun bertemu dengan salah satu huruf hijaiah selain mim (م) dan ba (ب).
Saat mim sukun bertemu dengan salah satu huruf hijaiah selain mim (م) dan ba (ب), cara melafalkannya adalah dibaca jelas. Selain itu tidak boleh didengungkan. Berikut beberapa contoh izhar syafawi di dalam Al-Qur’an.
Surah An-Naba ayat 3: الَّذِى هُمْ فٍىْهِ مُخْتَلِفُوْنَ
Surah Al-Mutaffifin ayat 24: وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَالنَّعِيْمِ
Surah Al-Inshiqaq ayat 20: فَمَالَهُمْ لَايُؤْمِنُوْنَ
Surah Al-Buruj ayat 6: اِذْهُمْ عَلَيْهَا
Surah Al-Ghasyiyah ayat 6: لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ
Surah Al-Fajr ayat 8: الَّتِى لَمْ يُخْلَقْ
Surah Asy-Syam ayat 13: فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ ا للَّهِ
Baca juga: Hukum Bacaan Alif Lam Lengkap dengan Cara Membacanya untuk Panduan
Demikian hukum bacaan izhar dalam ilmu tajwid. Dengan mempelajari tajwid, umat muslim dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar. (FAR)
