Hukum Bacaan Nun Sukun dan Tanwin serta Contohnya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sangat dianjurkan dalam Islam. Untuk itu, umat muslim perlu mengetahui hukum bacaan Nun Sukun dan Tanwin serta contohnya.
Hukum nun mati (sukun) dan tanwin adalah salah satu tajwid yang terdapat dalam Al-Qur'an. Tajwid sendiri merupakan ilmu tentang cara membaca Al-Qur'an yang baik dan benar sesuai dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan.
Ini Hukum Bacaan Nun Sukun dan Tanwin Agar Tidak Salah Lagi
Umat muslim wajib membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Untuk itulah ilmu tajwid diperlukan. Kata "tajwid" berasal dari bahasa Arab, "jawwada-yujawwidu-tajwid," yang memiliki makna memperindah atau membaguskan.
Salah satu hukum dalam tajwid adalah bacaan nun sukun dan tanwin. Mengutip buku Ilmu Tajwid Praktis, Muhammad Amri Amir (2019) nun sukun adalah huruf nun yang tidak berharakat, tidak berubah ketika washal (menyambung bacaan) atau waqaf (bacaan berhenti), kosong dari harakat fathah, kasrah dan dammah.
Sedangkan tanwin adalah nun sukun tambahan berada di akhir kalimat secara lafadz bukan tulisan. Masih mengutip sumber yang sama, ketentuan hukum bacaan nun sukun dan tanwin secara lengkap beserta contohnya adalah sebagai berikut:
1. Idzhar Halqi
Idzhar halqi memiliki definisikan jelas atau nampak. Sedangkan dalam istilah idzhar halqi adalah pengucapan nun sukun dan tanwin yang sesuai dengan makhrajnya tanpa dighunnahkan ketika bertemu dengan huruf halqiyyah (tenggorokan).
Huruf tersebut terdiri dari hamzah (ء), ha' (ح), kha' (خ), 'ain (ع), ghain (غ), dan ha (ه). Kemudian cara membaca idzhar halqi dengan melafazkan huruf nun sukun atau tanwin secara jelas (tanpa dengung). Contoh bacaan idzhar halqi: خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ (kholaqol insaana min 'alaq).
2. Idgham
Idgham memiliki makna meleburkan dan memasukkan. Sedangkan dalam istilah Idgham adalah pengucapan nun sukun dan tanwin secara lebur ketika bertemu dengan huruf-huruf idgham, kemudian kedua huruf tersebut menjadi satu dan bertasyid.
Idgham terbagi menjadi dua. Pertama, idgham bigunnah yang terjadi ketika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ya (ي), nun (ن), mim (م), dan wau (و), sehingga harus dibaca dengan idgham disertai dengan dengung di hidung (gunnah). Contohnya: أَبِى لَهَبٍ وَتَبَّ (abī lahabiw wa tabb).
Sedangkan idgham bilagunnah terjadi ketika nun mati dan tanwin bertemu dengan lam (ل) dan ra (ر), maka harus dibaca idgham tanpa disertai dengung di hidung (gunnah). Contoh bacaan idgham: وَلَمْ يَكُنْ لَهُ (wa lam yakul lahụ).
3. Iqlab
Iqlab memiliki makna mengubah atau mengganti sesuatu. Sedangkan dalam istilah adalah pengucapan nun sukun dan tanwin yang berubah menjadi mim, yang diikhfa'kan pada huruf ba disertai dengan ghunnah.
Hurufnya adalah ba (ب). Contoh bacaan iqlab: مِنْۢ بَعْدِ (mimm ba'di).
4. Ikhfa' Hakiki
Ikhfa' memiliki makna menutup atau menyembunyikan. Sedangkan dalam istilah, ikhfa berarti menyamarkan nun mati atau tanwin karena muncul suara dengungan (gunnah) ketika bertemu dengan 15 huruf.
Huruf ikhfa meliputi kaf (ك), qaf (ق), fa' (ف), zho (ظ), tho (ط), dho (ض), shod (ص), syin (ش), sin (س), za' (ز), dzal (ذ), dal (د), jim (ج), tsa' (ث), dan ta' (ت). Contoh bacaan ikhfa': لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ (laqad khalaqnal-insāna)
Baca Juga: Pengertian Hukum Bacaan Ikhfa dan Cara Bacanya Sesuai Ilmu Tajwid
Demikian pengetahuan tentang hukum bacaan nun sukun dan tanwin. Semoga umat muslim senantiasa selalu dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar yang dianjurkan dalam Islam. (ARD)
