Konten dari Pengguna

Hukum Puasa Syawal Digabung Senin Kamis dan Ayyamul Bidh, Ini Penjelasannya

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Hukum Puasa Syawal Digabung Senin Kamis dan Ayyamul Bidh. Sumber: Unsplash/Masjid Maba
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Hukum Puasa Syawal Digabung Senin Kamis dan Ayyamul Bidh. Sumber: Unsplash/Masjid Maba

Penjelasan mengenai hukum puasa Syawal digabung Senin Kamis dan ayyamul bidh perlu dipahami oleh umat muslim. Baik puasa Syawal, Senin Kamis, maupun ayyamul bidh merupakan puasa sunah yang sangat baik untuk dikerjakan.

Puasa sunah tersebut adalah ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. Banyak muslim yang mempertanyakan apakah pelaksanaan puasa sunah tersebut dapat digabung atau tidak.

Penjelasan Hukum Puasa Syawal Digabung Senin Kamis dan Ayyamul Bidh

Ilustrasi untuk Hukum Puasa Syawal Digabung Senin Kamis dan Ayyamul Bidh. Sumber: Unsplash/Rachid Oucharia

Mengutip dari Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas III, Burhanudin dan Najib, (2021:128), hukum melaksanakan puasa enam hari pada bulan Syawal adalah sunah. Rasulullah saw. bersabda.

Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun." (HR Muslim. Imam Ahmad juga meriwayatkan dari hadits Jabir)

Puasa Senin Kamis adalah puasa sunah yang ditunggu-tunggu oleh Rasulullah saw. Aisyah ra. berkata.

"Rasulullah saw. sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis." (HR Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, Imam Ahmad)

Adapun puasa ayyamul bidh artinya hari-hari yang cerah. Puasa ayyamul bidh dilakukan di hari-hari tertentu, yaitu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan dalam kalender Hijriah. Bagaimana hukum puasa Syawal digabung Senin Kamis dan ayyamul bidh?

Puasa Syawal, Senin Kamis, dan ayyamul bidh adalah puasa sunah. Niat ibadah sunah yang digabungkan hukumnya adalah sah.

Niat Puasa Syawal, Senin Kamis, dan Ayyamul Bidh

Ilustrasi untuk Hukum Puasa Syawal Digabung Senin Kamis dan Ayyamul Bidh. Sumber: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Sebelum menunaikan puasa, muslim wajib membaca niat terlebih dahulu. Berikut ini adalah bacaan niatnya.

1. Niat Puasa Syawal

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah Swt.”

2. Niat Puasa Senin Kamis

a. Niat Puasa Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi taa'ala

Artinya: Saya niat puasa pada hari Senin, sunah karena Allah Ta’aalaa.

b. Niat Puasa Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa pada hari Kamis, sunah karena Allah Ta’aalaa.

3. Niat Puasa Ayyamul Bidh

وَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu sauma ayyami bidh sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa pada hari-hari putih, sunah karena Allah ta’ala.

Baca juga: Jadwal Puasa Sunnah April 2025 untuk Panduan Ibadah Muslim

Sekian penjelasan tentang hukum puasa Syawal digabung Senin Kamis dan ayyamul bidh. Wallahu a'lam bish-shawab. (KRIS)