Konten dari Pengguna

Keistimewaan Meninggal di Hari Jumat Menurut Islam

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi meninggal di hari jumat. Sumber: artur aldyrkhanov/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi meninggal di hari jumat. Sumber: artur aldyrkhanov/unsplash

Dalam Islam, hari Jumat adalah sebuah hari yang istimewa dan penuh berkah. Pada terakhir sebelum akhir pekan tersebut, disebutkan ada keistimewaan meninggal di hari Jumat menurut beberapa ulama.

Hari Jumat juga disebut sebagai sayyidul ayyam atau rajanya hari. Keutamaan hari Jumat adalah banyak rahmat Allah swt turun kepada hamba-Nya, hari ampunan, hari penuh berkah, dan lain sebagainya.

Apa Keistimewaan Meninggal di Hari Jumat Menurut Islam?

Ilustrasi meninggal di hari jumat. Sumber: artur aldyrkhanov/unsplash

Hari Jumat adalah hari yang istimewa, bahkan lebih istimewa daripada Hari Raya Idulfitri dan Iduladha. Sejumlah peristiwa penting juga terjadi di hari Jumat, mulai dari penciptaan Nabi Adam a.s. hingga terjadinya hari kiamat.

Hal tersebut bersandar pada hadis berikut ini.

سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Artinya: "Penghulu hari (Sayyidul Ayyam) adalah hari Jumat, dan ia adalah seagung-agungnya hari bagi Allah, bahkan lebih agung bagi Allah daripada hari raya Fitri dan Adha. Dan pada hari Jumat itu terdapat lima kejadian, yaitu: Allah menciptakan Adam, Allah menurunkan Adam ke dunia, Allah mewafatkan Adam, hari Jumat adalah saat yang tidaklah seseorang memohon kepada Allah melainkan pasti dikabulkan selama ia tidak meminta barang yang haram, dan pada hari itu akan terjadi kiamat. Tidak ada malaikat yang dekat kepada Allah, langit, bumi, angin, gunung-gunung, lautan melainkan semuanya mencintai hari Jumat." (HR Ahmad dan Ibnu Majah)

Begitu istimewanya hari Jumat, di antara tanda-tanda seorang umat muslim husnul khatimah adalah meninggal di hari jumat. Mengutip buku Bekal Menggapai Kematian yang Husnul Khatimah, Fedrian Hasmand (2011), ciri husnul khatimah ini mengacu pada sabda Rasulullah saw.

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

Artinya: "Setiap muslim yang meninggal dunia pada hari Jumat atau malam Jumat pastilah dilindungi oleh Allah dari cobaan pertanyaan di alam kubur." (HR Ahmad). Dalam redaksi lain dikatakan, "Allah akan melindunginya dari fitnah kubur".

Imam Ahmad mengeluarkan riwayat tersebut dalam Musnad-nya. Imam at-Tirmidzi juga meriwayatkan hal serupa. Al-Albani juga mengatakan dalam Ahkam al-Jana'iz dan Takrij al-Misykah bahwa semua jalur sanad dalam hadits tersebut adalah hasan atau shahih.

Namun, disebutkan dalam Al-Maut wa 'Alam Al-Barzakh, Mahir Ahmad Ash-Shufiy, bahwa syarat orang yang meninggal dunia pada hari Jumat akan husnul khatimah adalah apabila ia beriman dan beramal saleh.

"Meskipun meninggal dunia pada malam atau hari Jumat, tanpa keimanan dan amal saleh, ia tetap mendapat siksa kubur," jelas Mahir Ahmad Ash-Shufiy dalam karyanya tersebut.

Baca Juga: 4 Amalan di Hari Jumat sebagai Hari Istimewa dalam Islam

Demikian informasi tentang keistimewaan meninggal di hari jumat menurut Islam. Semoga informasi ini dapat mencerahkan umat muslim. (ARD)