Kisah Fudhail Bin Iyadh dan Perjalanan Taubat Selama Hidupnya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kisah Fudhail bin Iyadh menjadi salah satu kisah orang shalih yang hidup pada zaman kenabian yang menarik untuk dibahas. Kisah pertaubatan Fudhail bin Iyadh ini juga mengandung hikmah yang bermanfaat bagi umat muslim.
Tak sampai di situ, kisah tentang pertaubatan Fudhail bin Iyadh selama hidupnya ini juga dapat dijadikan sebagai teladan bagi umat muslim. Maka dari itu, Fudhail bin Iyadh dianggap sebagai salah satu sosok yang berperan besar dalam agama Islam.
Kisah Fudhail Bin Iyadh dan Perjalanan Taubatnya
Dikutip dari buku berjudul 198 Kisah Haji Wali-Wali Allah, Abdurrahman Ahmad (2014: 128), Fudhail bin Iyadh sebelumnya merupakan seorang perampok yang suka membegal orang dan sangat ditakuti masyarakat sekitarnya.
Namun pada suatu hari, Fudhail bin Iyadh terpana dan tertarik dengan seseorang wanita muslim yang sangat cantik. Karena tertarik Fudhail bin Iyadh kemudian mengikuti perempuan tersebut sehingga terdengar ayat Al-Quran yang dibaca wanita tersebut. Berikut ini ayat yang didengarnya.
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ
Artinya: "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, tunduk hati mereka untuk mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab (al-Qur'an) kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang jahat".(Q.S: Al Hadid: 16).
Ayat Al-Quran tersebut kemudian menembus hati sanubarinya dan menghentak kesadaran seorang Fudhail bin Iyadh. Ayat yang didengarnya juga memberi pengaruh yang besar sehingga Fudhail bin Iyadh menyadari kesalahannya selama ini.
Fudhail bin Iyadh berkata “Benar wahai Tuhanku, saatnya memang sudah tiba”. Sejak saat itu Fudhail bin Iyadh bertaubat dengan setulus-tulusnya. Tak sampai di situ, wujud taubat seorang Fudhail bin Iyadh ditunjukkan dengan kemauan yang sangat besar dari Fudhail bin Iyadh.
Mengutip dari buku Kisah kaum Salaf Bersama Al-Quran, Dr. Badar Bin Nashir Al-Badar (2017: 543), Fudhail bin Iyadh bertekad untuk tak lagi melakukan perampokan seperti yang dilakukan biasanya.
Saat itu, terdapat sekelompok musafir yang hendak berjalan melalui jalan yang biasa disinggahi Fudhail bin Iyadh. Kemudian ada seseorang musafir berkata, “Mengapa kita berhenti di sini? Ayo lanjutkan perjalanan.” kemudian musafir lainnya berkata, “Jangan, kita tunggu saja hingga pagi hari karena Al-Fudhail pasti sudah menunggu kita untuk merompak.”
Mendengar hal tersebut, Fudhail bin Iyadh kemudian berbisik dalam hati “Aku menjalani setiap malamku dalam kemaksiatan, hingga sekelompok kaum muslimin itu merasa takut kepadaku, padahal aku gnetaran karena ingin bertemu dengan mereka. Ya Allah persaksikanlah bahwa aku telah bertaubat kepada-Mu dan aku jadikan taubatku berdampingan dengan Baitullah”
Baca juga: 2 Doa Meluluhkan Hati Seseorang dalam Ajaran Islam yang Memuat Makna Baik
Demikian kisah Fudhail bin Iyadh. Kisah ini dapat dijadikan teladan yang bermanfaat untuk diterapkan dalam kehidupan umat muslim. (DAP)
