Konten dari Pengguna

Macam-Macam Doa Iftitah yang Diajarkan Nabi Muhammad saw

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi macam-macam doa iftitah. Foto: Pexels/Michael Burrows
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi macam-macam doa iftitah. Foto: Pexels/Michael Burrows

Doa iftitah merupakan salah satu doa yang dibaca saat menunaikan salat. Perlu diketahui bahwa terdapat macam-macam doa iftitah yang diajarkan Nabi Muhammad saw.

Sehingga umat Islam dapat mengamalkannya, baik untuk salat fardu maupun salat sunah. Dengan begitu, tidak hanya satu saja doa iftitah yang diamalkan sekaligus menjaga sunah Nabi Muhammad saw.

Macam-Macam Doa Iftitah

Ilustrasi macam-macam doa iftitah. Foto: Pexels/Thirdman

Iftitah secara bahasa memiliki makna pembukaan atau serumpun. Sedangkan doa iftitah merupakan doa pembuka dalam ibadah salat dan kunci yang mengungkapkan pujian atas kebesaran Allah Swt.

Dikutip dari buku Dialog Lintas Mazhab: Fiqh Ibadah dan Muamalah, Asmaji Muchtar (2022) hukum membaca doa iftitah saat salat adalah sunah, kecuali menurut mazhab Maliki memakruhkannya.

Adapun macam-macam doa iftitah yang diajarkan Nabi Muhammad saw dalam kitab Manhajus Shalihin oleh Syaikh as-Sa’di sebagai berikut.

1. Doa Ifitah Pertama

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ

Subhaanakallohumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta’aalaajadduka wa laa ilaha ghoiruk

Artinya: “Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau.” (HR. Muslim no. 399, Abu Daud no. 775, Tirmidzi, no. 242, dan Ibnu Majah no. 804)

2. Doa Ifitah Kedua

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Aallohumma baa’id baynii wa bayna khathaayaaya kamaa ba'adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khathaayaaya bil maa-i wats tsalji wal barodz

Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.” (HR. Bukhari no. 744, Muslim no. 598, dan An-Nasa’i no. 89)

3. Doa Iftitah Ketiga

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اِهْدِنِى لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِى مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Allahumma robba jibroo-iila wa mii-ka-iila wa isroofiila, faathiros samaawaati wal ardhi ‘aliimal ghoibi wasy syahaadah anta tahkumu bayna ‘ibaadika fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdinii limakhtulifa fiihi minal haqqi bi-idznik, innaka tahdi man tasyaa-u ilaa shirootim mustaqiim

Artinya: “Ya Allah, Rabbnya Jibril, Mikail dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Rabb yang mengetahui yang ghaib dan nyata. Engkau yang menjatuhkan hukum untuk memutuskan apa yang mereka pertentangkan. Tunjukkanlah aku pada kebenaran apa yang dipertentangkan dengan seizin dari-Mu. Sesungguhnya Engkau menunjukkan pada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki.” (HR. Muslim no. 770)

4. Doa Iftitah Keempat

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ مِنْ نَفْخِهِ وَنَفْثِهِ وَهَمْزِهِ

Allahu akbar kabiiro, allohu akbar kabiiro, allohu akbar kabiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, walhamdulillahi katsiiro, wa subhanallahi bukrotaw washiilaa, wa subhanallahi bukrotaw washiilaa, wa subhanallahi bukrotaw washiila a’udzu billahi minasy syaithooni min nafkhihi, wa naftshihi, wa hamzih

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Maha Suci Allah di waktu pagi dan sore. Aku berlindung kepada Allah dari tiupan, bisikan, dan godaan setan.” (HR. Abu Daud no. 764, Ibnu Majah no. 807, dan Ahmad 4:80,85)

5. Doa Iftitah Kelima

إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-'ālamīn

Artinya: “Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (HR. An Nasa’i 1/141 dan Ad Daraquthni 112)

6. Doa Iftitah Keenam

اللَّهُ أَكْبَرَ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

Allahuakbar kabiro walhamdulillahi katsiiran wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilan.

Artinya: "Allah Maha Besar, segala pujian yang banyak hanya milik Allah, Mahasuci Allah pagi dan sore." (HR. Muslim 2/99)

Sedangkan doa iftitah yang sering diamalkan oleh masyarakat Nahdlatul Ulama (NU) merupakan gabungan doa yang diajarkan Nabi Muhammad saw.

Baca Juga: Bacaan Doa Iftitah Allahu Akbar Kabiro Walhamdulillahi Katsiro Lengkap

Dengan macam-macam doa iftitah yang diajarkan Nabi Muhammad saw., sebaiknya untuk mempelajarinya. Sehingga salat semakin khusuk dan menjaga sunah Nabi Muhammad saw, baik untuk salat fardu maupun salat sunah. (MZM)