Niat Puasa Tasua dan Asyura: Arab, Latin, dan Terjemahannya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Niat puasa Tasua dan Asyura merupakan bagian penting dalam pelaksanaan ibadah sunah di bulan Muharam. Kedua hari ini, yaitu tanggal 9 dan 10 Muharam, sangat dianjurkan untuk diisi dengan puasa karena keutamaannya yang besar dalam Islam.
Rasulullah saw. mencontohkan puasa pada hari Asyura sebagai bentuk syukur atas kemenangan Nabi Musa atas Firaun. Selain itu, Rasulullah saw. menganjurkan juga berpuasa pada hari Tasua agar tidak menyerupai kebiasaan kaum Yahudi.
Niat Puasa Tasua dan Asyura Pada Bulan Muharam
Dikutip dari buku Fikih Puasa, Ali (2021: 86), puasa sunah yaitu puasa yang tidak diwajibkan. Puasa sunah bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Agar puasa menjadi sah dan berpahala, niat harus sudah tertanam di dalam hati. Dalam praktiknya, umat Islam sering melafalkan niat ini sebagai bentuk penguatan, meskipun yang utama adalah adanya niat dalam hati.
Berikut ini niat puasa Tasua dan Asyura yang penting dipahami dan dilafalkan oleh umat Islam
1. Bacaaa Niat Puasa Tasua pada 9 Muharam
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Dalam bahasa Latin: Nawaitu shauma Tasu’a-a lilahi ta’ala.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia: "Saya berniat puasa Tasua karena Allah Swt."
2. Bacaan Niat Puasa Asyura pada 10 Muharam
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Dalam bahasa Latin: Nawaitu shauma Asyura-a lilahi ta’ala.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia: "Saya berniat puasa Asyura karena Allah Swt."
Kedua puasa ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada bulan Muharam meski hukumnya sunah. Puasa Tasua dan Asyura tidak hanya menjadi bentuk ketaatan, namun juga menjadi sarana untuk meneladani sunah Nabi Muhammad saw.
Nabi Muhammad saw. berpuasa di hari Asyura dan menganjurkan umatnya untuk menambahkan puasa di hari Tasua agar berbeda dari kaum Yahudi. Tak hanya itu saja, Puasa Asyura juga bisa menghapus dosa setahun yang lalu.
Baca juga: Doa Puasa Tarwiyah dan Arafah: Arab, Latin, dan Artinya
Dengan memahami niat puasa Tasua dan Asyura, umat Islam bisa menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk. Sebagai ibadah sunah yang dianjurkan Rasulullah saw., puasa Tasua dan Asyura dapat menghidupkan nilai keimanan dan rasa syukur. (Gin)
