Niat Sholat Taubat, Rukun, Syarat, dan Doanya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholat Taubat adalah salah satu bentuk ibadah yang dilakukan oleh umat Islam untuk memohon ampunan kepada Allah Swt atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Dalam ibadah ini ada bacaan niat sholat taubat yang harus dibaca.
Salat ini merupakan wujud penyesalan dan kesungguhan seorang hamba dalam bertaubat. Dalam pelaksanaannya, salat taubat memiliki niat khusus yang harus diucapkan di dalam hati sebelum memulai ibadah.
Berikut ini bacaan niat sholat taubat beserta panduan pelaksanaannya, agar ibadah ini dapat dilakukan dengan benar dan khusyuk.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Bacaan Niat Sholat Taubat
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالٰى
Usholli sunnatat taubati rak‘ataini lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Bacaan niat ini diucapkan dalam hati sebelum memulai takbiratul ihram.
Doa Usai Salat Taubat
Berikut ini doa yang dibaca setelah selesai melaksanakan sholat taubat dikutip dari quran.nu.or.id:
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ
Rabbanâ zhalamnâ anfusanâ wa illam taghfir lanâ wa tarḫamnâ lanakûnanna minal khâsirîn.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, niscaya kami termasuk hamba-Mu yang merugi.”
لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
Lâ ilâha illâ anta. Subḫânaka innî kuntu minadh dhâlimîn
Artinya: “Tiada tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat aniaya.”
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ وَجَهْلِيْ، وَإِسْرَافِيْ فِيْ أَمْرِيْ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ جِدِّيْ وَهَزْلِيْ؛ وَخَطَئِيْ وَعَمْدِيْ؛ وَكُلُّ ذٰلِكَ عِنْدِيْ، اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhummaghfir lî khathî’atî wa jahlî, wa isrâfî fî amrî, wa mâ anta a‘lamu bihî minnî. Allâhummaghfir lî jiddî wa hazlî, wa khatha’î wa ‘amdî. Wa kullu dzâlika ‘indî. Allâhummaghfir lî mâ qaddamtu wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihî minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, wa anta ‘alâ kulli syai’in qadîr.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatanbatasku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Engkau lebih tahu dariku. Tuhanku, ampunilah dosaku dalam serius dan gurauanku, kekeliruan dan kesengajaanku. Apa pun itu semua berasal dariku. Tuhanku, ampunilah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan kunyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku. Kau maha terdahulu. Kau maha terkemudian. Kau maha kuasa ata segala sesuatu.”
Semoga dengan melaksanakan salat taubat ini, umat Muslim senantiasa mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah Swt.
Rukun, Syarat, dan Langkah-langkah Salat Taubat
Langkah-langkah sebelum pelaksanaan salat taubat yaitu:
Berwudu dengan sempurna.
Melakukan salat taubat dua rakaat seperti salat biasa, dengan niat memohon ampun kepada Allah Swt.
Setelah selesai salat, perbanyaklah istighfar dan doa, memohon ampunan dengan hati yang tulus dan penuh penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Berikut adalah rukun dan syarat lengkap salat taubat yang perlu dipahami agar ibadah ini sah dan diterima:
Salat taubat memiliki rukun yang sama dengan salat pada umumnya, yaitu:
Niat: melafalkan niat dalam hati untuk melaksanakan salat taubat.
Takbiratul ihram: mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Allahu Akbar.
Membaca Surat Al-Fatihah pada setiap rakaat.
Membaca Surat pendek setelah Al-Fatihah pada setiap rakaat.
Rukuk dengan tuma’ninah (tenang dan tidak terburu-buru).
I’tidal (bangkit dari rukuk) dengan tuma’ninah.
Sujud dengan tuma’ninah.
Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
Tasyahud akhir pada rakaat terakhir.
Membaca salam untuk mengakhiri sholat.
Agar salat taubat sah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:
Dilakukan dengan ikhlas semata-mata karena Allah Swt.
Dilakukan setelah menyadari dosa, disertai penyesalan yang mendalam.
Berwudhu atau memiliki kesucian dari hadas kecil dan besar.
Pakaian dan tempat harus bersih dari najis.
Menghadap kiblat.
Dilaksanakan pada waktu yang diperbolehkan, tidak pada waktu yang dilarang (misalnya setelah Subuh hingga matahari terbit, dan setelah Ashar hingga matahari terbenam).
Berjanji untuk tidak mengulangi dosa tersebut di masa mendatang.
Salat taubat dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang terlarang untuk melaksanakan salat. Waktu yang dianjurkan adalah setelah terjadinya dosa atau saat merasa sangat menyesal atas perbuatan buruk yang telah dilakukan.
Ayat-ayat Al-Qur'an tentang Taubat
Berikut ini tersedia kandungan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur'an dan menjelaskan tentang taubat.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ ذْ قَا لَ مُوْسٰى لِقَوْمِهٖ يٰقَوْمِ اِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ اَنْفُسَکُمْ بِا تِّخَا ذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوْبُوْاۤ اِلٰى بَا رِئِكُمْ فَا قْتُلُوْۤا اَنْفُسَكُمْ ۗ ذٰ لِكُمْ خَيْرٌ لَّـكُمْ عِنْدَ بَا رِئِكُمْ ۗ فَتَا بَ عَلَيْكُمْ ۗ اِنَّهٗ هُوَ التَّوَّا بُ الرَّحِيْمُ
wa iz qoola muusaa liqoumihii yaa qoumi innakum zholamtum angfusakum bittikhoozikumul-'ijla fa tuubuuu ilaa baari-ikum faqtuluuu angfusakum, zaalikum khoirul lakum 'ingda baari-ikum, fa taaba 'alaikum, innahuu huwat-tawwaabur-rohiim
Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku! Kamu benar-benar telah menzalimi dirimu sendiri dengan menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sesembahan), karena itu bertobatlah kepada Penciptamu dan bunuhlah dirimu. Itu lebih baik bagimu di sisi Penciptamu. Dia akan menerima tobatmu. Sungguh, Dia-lah Yang Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang."" (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 54)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْٓءَ بِجَهَا لَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُ ولٰٓئِكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا
innamat-taubatu 'alallohi lillaziina ya'maluunas-suuu-a bijahaalating summa yatuubuuna ming qoriibing fa ulaaa-ika yatuubullohu 'alaihim, wa kaanallohu 'aliiman hakiimaa
Artinya: "Sesungguhnya bertobat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera bertobat. Tobat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 17)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِ ۚ حَتّٰۤى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَا لَ اِنِّيْ تُبْتُ الْــئٰنَ وَلَا الَّذِيْنَ يَمُوْتُوْنَ وَهُمْ كُفَّا رٌ ۗ اُولٰٓئِكَ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَا بًا اَ لِيْمًا
wa laisatit-taubatu lillaziina ya'maluunas-sayyi-aat, hattaaa izaa hadhoro ahadahumul-mautu qoola innii tubtul-aana wa lallaziina yamuutuuna wa hum kuffaar, ulaaa-ika a'tadnaa lahum 'azaaban aliimaa
Artinya: "Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, "Saya benar-benar bertobat sekarang." Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal, sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 18)
Salat Taubat adalah cara yang indah bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt, memohon ampunan, dan memperbaiki diri. Umat Muslim tidak boleh ragu untuk terus memperbaiki diri dan memohon ampunan, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Salat taubat adalah wujud permohonan ampun kepada Allah atas dosa yang telah dilakukan. Allah Swt Maha Pengampun dan mencintai hamba-Nya yang bertaubat. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:
"Dan barang siapa yang bertaubat dan beramal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya." (QS. Al-Furqan: 71)
Kesadaran untuk melakukan sholat taubat menunjukkan rasa takut dan harapan hanya kepada Allah. Hal ini memperkuat keimanan seorang Muslim dan mendorongnya untuk terus berada di jalan yang diridhai-Nya.
Taubat adalah momen evaluasi diri. Dengan melaksanakan sholat taubat, seseorang diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam bertindak agar tidak mengulangi dosa yang sama, sekaligus memperbaiki kualitas hidupnya.
Beban dosa yang dipikul dapat menyebabkan kegelisahan. Ketika seseorang bertaubat dengan tulus, ia merasa lebih ringan dan damai karena yakin Allah telah mengampuni kesalahannya.
Rasulullah saw bersabda:
"Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa." (HR. Ibnu Majah)
Salat taubat menjadi salah satu cara untuk menghapus dosa, terutama jika disertai penyesalan mendalam, niat tidak mengulanginya, dan perbuatan baik yang menggantikan dosa tersebut.
Dengan hikmah-hikmah ini, salat taubat menjadi ibadah yang sangat dianjurkan untuk membersihkan diri dan mendekatkan kepada Allah Swt.
Dengan melaksanakan salat taubat, umat Muslim semua dapat meraih rahmat, ampunan, dan keberkahan dalam hidup. Bacaan niat sholat taubat yang diucapkan dengan penuh kesungguhan menjadi langkah awal menuju taubat yang diterima oleh Allah Swt. (Win)
Baca juga: Tuntunan Sholat Lengkap dari Takbir hingga Salam dan Bacaannya
