Penjelasan Hadist Arabin ke-12: Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mempelajari ajaran agama Islam, salah satu kitab yang banyak dipelajari adalah Al-Arbain An-Nawawiyah. Dalam kitab ini, terdapat berbagai hadis, salah satunya adalah hadist Arbain ke-12 tentang meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.
Terlebih dalam hadis tersebut terdapat pesan yang sangat penting bagi umat Islam. Sebab, hadis ini menjadi salah satu dasar pokok akhlak agama Islam.
Hadist Arbain ke-12: Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat
Dikutip dari laman nu.or.id, Al-Arbain An-Nawawi adalah kitab yang ditulis oleh seorang ulama bernama Abu Zakaria Muhyi ad-Din Yahya bin Syaraf bin Muri yang dikenal dengan Imam An-Nawawi.
Kata Arbain sendiri jika diartikan adalah 40. Sebab, Imam An-Nawawi termotivasi sebuah hadis tentang keutamaan menghafal 40 hadis, maka akan dibangkitkan bersama fuqaha dan ulama. Meskipun hadis tersebut sanad atau statusnya adalah dhaif atau lemah.
Akan tetapi, dalam kitab Al-Arbain An-Nawawi terdiri dari 42 hadis yang berkaitan dengan pilar-pilar dalam agama Islam baik ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), serta hadis-hadis yang berkaitan dengan jihad, zuhud, nasihat, adab, niat-niat yang baik dan semacamnya.
Salah satunya adalah hadist Arbain ke-12 yang berbunyi:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi no. 2317 dan Ibnu Majah no. 3976)
Dalam hadis tersebut terkandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat, baik perkataan maupun perbuatan. Selain itu, dalam hadis ini mengandung berbagai faedah, yakni:
1. Ajaran Islam Dikumpulkan dari Berbagai Macam Kebaikan
Dalam ajaran Islam, dikumpulkan berbagai macam kebaikan. Kebaikan Islam terkumpul dalam dua kalimat firman Allah Swt.
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.” (QS. An-Nahl: 90)
2. Melakukan Kebaikan adalah Tanda Baiknya Muslim
Salah satu tanda baiknya seorang muslim adalah melakukan setiap kewajiban yang diperintahkan Allah Swt. dan Rasulullah saw. Sebagaimana dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. berfirman:
“Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain.” (HR. Bukhari, no. 10 dan Muslim, no. 40).
3. Perkara Baik dengan Meninggalkan Perkara Haram
Jika seseorang memiliki keislaman yang baik maka telah meninggalkan perkara haram, syubhat, makruh, hingga mubah yang sebenarnya tidak dibutuhkan.
Ada banyak sekali hal yang tidak bermanfaat. Salah satunya adalah lisan yang tidak terjaga dan sibuk dengan perkataan yang sia-sia. Allah Swt. berfirman:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf: 16-18)
Baca Juga: 6 Cara Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Itulah penjelasan singkat tentang hadist Arbain ke-12 tentang meninggalkan hal yang tidak bermanfaat. Semoga adanya informasi di atas dapat menjadi pembelajaran untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat atau sia-sia yang dapat merugikan diri sendiri.(MZM)
