Konten dari Pengguna

Urutan Cara Sholat Idul Fitri dan Bacaannya Lengkap

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara sholat idul fitri dan bacaannya. Sumber: mufid majnun/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara sholat idul fitri dan bacaannya. Sumber: mufid majnun/unsplash

Salat Idulfitri atau Salat Id adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan umat muslim pada Hari Raya Idulfitri. Urutan cara sholat Idul Fitri dan bacaannya lengkap tentu perlu diketahui kembali oleh umat muslim.

Salat Idulfitri dikerjakan sebanyak dua rakaat secara berjamaah kemudian ada khutbah setelahnya. Mengetahui rukun atau hal pokok dari salat ini adalah hal yang wajib dilakukan.

Ini Urutan Cara Sholat Idul Fitri dan Bacaannya Lengkap

Ilustrasi cara sholat idul fitri dan bacaannya. Sumber: mufid majnun/unsplash

Mengutip Buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah), Saiful Hadi El Sutha (2012), tata cara pelaksanaan salat Idulfitri sedikit berbeda dengan salat sunah pada umumnya, yaitu bahwa dalam salat Idulfitri pada rakaat pertama imam dan makmum hendaklah bertakbir tujuh kali selain takbiratul ihram.

Sementara pada rakaat kedua, setelah bangkit dari sujud, imam dan makmum bertakbir sebanyak lima kali, di luar bacaan takbir sewaktu bangkit dari sujud.

Secara singkat, urutan sholat Idul Fitri dan bacaannya adalah sebagai berikut.

1. Membaca Niat Salat Idulfitri

Jika menjadi makmum ditambah lafal ma'muman, sedangkan saat menjadi imam ditambah bacaan imaaman. Bacaan niat salat Idulfitri adalah sebagai berikut.

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى

Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak'ataini (ma'mûman/imâman) lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat salat sunah Idulfitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Untuk diketahui, hukum pelafalan niat adalah sunah. Sementara yang wajib yaitu ada maksud secara sadar dan sengaja dalam batin bahwa seseorang akan melaksanakan salat sunah Idulfitri.

2. Takbiratul Ihram

Sebagaimana salat biasa, salat Idulfitri juga terdapat takbiratul ihram. Usai membaca doa iftitah, disunahkan takbir lagi hingga tujuh kali pada rakaat pertama. Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila

Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."

Atau membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."

3. Membaca Al-Fatihah

Setelah selesai membaca iftitah dan melakukan takbir sebanyak tujuh kali, wajib membaca surat Al-Fatihah. Lalu dianjurkan membaca surat Al-A'la. Berlanjut ke rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti salat biasa.

4. Rakaat Kedua

Di dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, disunahkan takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan allâhu akbar seperti rakaat sebelumnya.

Di antara takbir-takbir tersebut, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Kemudian baca Surat al-Fatihah, lalu Surat al-Ghâsyiyah. Kemudian dilanjutkan dengan gerakan rukuk, sujud, dan seterusnya hingga salam.

Untuk diketahui, hukum takbir tambahan (lima kali pada pada rakaat kedua atau tujuh kali pada rakaat pertama) adalah sunah, sehingga tidak sampai menggugurkan keabsahan shalat Idulfitri apabila terjadi kelupaan mengerjakannya.

5. Mendengar Khutbah

Setelah salat Idulfitri selesai dengan diakhiri gerakan salam, jemaah perlu mendengarkan khutbah Idulfitri sampai selesai. Kecuali bila salat Idulfitri dilaksakan tidak secara berjemaah.

Hal tersebut sebagaimana diungkapkan Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dalam sebuah hadis:

السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

Artinya: “Sunah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idulfitri dan Iduladha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Baca Juga: Bacaan Doa Setelah Idul Fitri Arab, Latin, dan Artinya

Demikian urutan cara sholat Idul Fitri dan bacaannya lengkap. Semoga informasi ini dapat mengingatkan kembali umat muslim tentang rukun atau hal pokok yang harus dilakukan dalam melaksanakan salat Idulfitri. (ARD)