Urutan Dzikir Setelah Sholat: Arab, Latin, dan Artinya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penjelasan mengenai urutan dzikir setelah sholat ini dapat umat Islam amalkan pada kesehariannya. Setelah menunaikan salat wajib, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkannya dengan berzikir.
Zikir merupakan bentuk penghambaan yang mendalam, sebagai ungkapan syukur dan sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt. Momentum setelah salat juga dipercaya sebagai waktu yang istimewa, di mana doa lebih mudah diijabah.
Urutan Dzikir Setelah Sholat yang Dapat Diamalkan Umat Islam
Dikutip dari buku Mengenal Allah, Sarjuni (2020: 3), salat merupakan salah satu kewajiban bagi kaum muslimin. Rasulullah saw., telah memberi teladan bacaan-bacaan yang bisa diamalkan usai salat, mulai dari tasbih, tahmid, hingga takbir.
Bacaan ini membawa ketenangan dan memperkuat keyakinan dalam hati seorang muslim. Mengetahui urutan zikir dengan benar dapat membantu seseorang menjalankannya secara lebih khusyuk dan bermakna.
Zikir sebaiknya tidak ditinggalkan setelah salat lima waktu agar ibadah terasa lebih lengkap dan jiwa lebih tenteram. Berikut ini adalah penjelasan mengenai urutan dzikir setelah sholat.
1. Membaca Zikir Pertama
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (٣×) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Bacaan Arab: Astaghfirullah (3x) Allahumma anta assalaam, wa minka assalaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam
Terjemahan: "Aku memohon ampun kepada Allah, (3x). Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Mahasuci Engkau, wahai Rabb Pemilik keagungan dan kemuliaan." (Dari Tsauban, HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa'i & Ibnu Majah)
2. Membaca Zikir Kedua
لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْت، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِ مِنْكَ الْجَدُّ
Bacaan Arab: Laa ilaaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir, Allahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa dzal jaddi minka aljaddu
Terjemahan: "Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala ke- rajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang men- cegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu." (Dari al-Mughirah bin Syu'bah, HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, an-Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, & ad-Darimi)
3. Membaca Zikir Tasbih, Tahmid dan Takbir 33x
سُبْحَانَ اللهِ (۳۳×) اَلْحَمْدُ لِلَّهِ (۳۳×) اللهُ أَكْبَرُ (۳۳×)
Bacaan Arab: Subhaanallah (33x) Alhamdulillah (33x) Allahu akbar (33x)
Terjemahan: "Mahasuci Allah, (33x)" "Segala puji bagi Allah, (33x)" "Allah Mahabesar, (33x)"
4. Lanjutkan dengan Zikir Lain
لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير
Bacaan Arab: Laa ilaaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir
Terjemahan: "Tidak ada tuhan yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi kerajaan, bagi-Nya segala puji. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu." (HR Muslim, Ahmad, Ibnu Khuzaimah & Baihaqi)
5. Membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq, Serta Surah An Nas
1. Al Ikhlas
1. قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Bacaan Arab: Qul huwallāhu aḥad
Terjemahan: "Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa."
2. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ
Bacaan Arab: Allāhuṣ-ṣamad
Terjemahan: "Allah tempat meminta segala sesuatu."
3. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ
Bacaan Arab: Lam yalid wa lam yụlad
Terjemahan: "(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan."
4. وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Bacaan Arab: Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad
Terjemahan: "Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."
2. Al Falaq
1. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ
Bacaan Arab: Qul a'ụżu birabbil-falaq
Terjemahan: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh)"
2. مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ
Bacaan Arab: Min syarri mā khalaq
Terjemahan: "Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan"
3. وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ
Bacaan Arab: Wa min syarri gāsiqin iżā waqab
Terjemahan: "Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita"
4. وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ
Bacaan Arab: Wa min syarrin-naffāsāti fil-'uqad
Terjemahan: "Dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya)"
5. وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Bacaan Arab: Wa min syarri hāsidin iżā hasad
Terjemahan: "Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."
3. An Nas
1. قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ
Bacaan Arab: Qul a'ụżu birabbin-nās
Terjemahan: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia."
2. مَلِكِ النَّاسِۙ
Bacaan Arab: Malikin-nās
Terjemahan: "Raja manusia,"
3. اِلٰهِ النَّاسِۙ
Bacaan Arab: Ilāhin-nās
Terjemahan: "Sembahan manusia"
4. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
Bacaan Arab: Min syarril-waswāsil-khannās
Terjemahan: "Dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi"
5. الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
Bacaan Arab: Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās
Terjemahan: "Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"
6. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Bacaan Arab: Minal-jinnati wan-nās
Terjemahan: "Dari (golongan) jin dan manusia."
6. Membaca Ayat Kursi
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Arab latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm
Terjemahan: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Baca juga: Doa Mandi Setelah Berhubungan Badan: Arab, Latin, dan Artinya
Itulah penjelasan mengenai urutan dzikir setelah sholat yang dapat diamalkan umat muslim dalam kesehariannya. Semoga bermanfaat! (Gin)
