Konten dari Pengguna

Waktu yang Dilarang untuk Berpuasa bagi Umat Islam

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Waktu yang Dilarang untuk Berpuasa. Sumber: Unsplash/Abdullah Arif
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Waktu yang Dilarang untuk Berpuasa. Sumber: Unsplash/Abdullah Arif

Salah satu waktu di mana umat muslim tidak diizinkan untuk menjalankan ibadah puasa adalah hari tasyrik. Ini adalah bagian dari ketentuan mengenai waktu yang dilarang untuk berpuasa bagi umat Islam.

Ibadah puasa adalah salah satu ritual yang sangat fundamental bagi umat muslim di seluruh dunia. Puasa ini melibatkan penahanan terhadap makanan dan minuman, pengendalian napsu, dan merupakan bentuk kepatuhan para pemeluk agama Islam kepada Allah Swt.

Waktu yang Dilarang untuk Berpuasa, Wajib Diketahui Umat Islam

Ilustrasi Waktu yang Dilarang untuk Berpuasa. Sumber: Unsplash/Madrosah Sunnah

Pernyataan mengenai waktu yang dilarang untuk berpuasa menekankan bahwa umat muslim perlu memahami aturan ini agar dapat melaksanakan ibadah dengan benar.

Berdasarkan buku yang berjudul Menggapai Kebahagiaan yang Hakiki, How to Get Blessing, Musthofa Mu’in (2020:26), puasa adalah sebuah ibadah yang bersifat spiritual, yang evaluasinya tidak dapat dilakukan oleh manusia, karena hanya Allah Swt yang memiliki otoritas untuk menilai. Ini adalah ibadah paling efektif dalam membentuk keimanan seseorang.

Di dalam Islam, terdapat dua tipe puasa, yaitu puasa wajib dan puasa sunah. Puasa wajib ada empat jenis, sedangkan puasa sunah terdiri dari enam waktu yang dapat dilaksanakan. Puasa wajib menurut ajaran Islam mencakup:

  • Puasa Ramadan

  • Puasa Kafarat

  • Puasa Qada

  • Puasa Nazar

Ditambah satu lagi bagi umat Islam yang menjalani ibadah haji, yaitu puasa wajib haji. Sedangkan puasa sunah meliputi:

  • Puasa Senin dan Kamis

  • Puasa Daud

  • Puasa Arafah

  • Puasa Asyura

  • Puasa Tasu’a

  • Puasa Syawal

Berdasarkan penjelasan mengenai puasa beserta jenis-jenisnya yang diwajibkan dan yang disunahkan, terdapat waktu-waktu tertentu tatkala umat muslim tidak diperkenankan untuk melakukan puasa, meskipun hari-hari tersebut memiliki makna penting dalam Islam. Bahkan waktu-waktu ini diharamkan untuk menjalani ibadah puasa. Waktu-waktu diharamkan untuk berpuasa meliputi:

1. Hari Idulfitri dan Hari Iduladha

Puasa saat merayakan Idulfitri dan Iduladha adalah haram. Berdasarkan hadis riwayat muslim, Nabi Muhammad saw melarang umatnya untuk berpuasa pada kedua hari raya tersebut. Dari Abu Sa'id Al Khudri R.A, dikatakan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الْفِطْرِ وَيَوْمِ النَّحْرِ.

Yang berarti, "Nabi Muhammad saw melarang puasa pada dua hari, yaitu Idulfitri dan Iduladha." (HR. Muslim).

2. Hari Tasyrik

Dilarang berpuasa selama tiga hari berturut-turut setelah Hari Raya Iduladha, yaitu pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Nabi Muhammad saw bersabda: “Hari-hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

3. Hari Syak

Hari syak adalah di mana ada keraguan apakah sudah memasuki bulan Syawal atau belum. Ini disebabkan oleh perbedaan dalam menentukan awal bulan, baik melalui ru’yah (melihat hilal) atau hisab (perhitungan). Pada hari ini, umat Islam dilarang untuk berpuasa, karena ada kemungkinan masih termasuk dalam bulan Ramadan.

Nabi Muhammad saw bersabda: “Janganlah kalian berpuasa sehari sebelum Ramadan atau sehari sebelum Syawal, kecuali bagi orang yang terbiasa berpuasa pada hari itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Doa Menjelang Ramadhan untuk Menyambut Bulan Penuh Berkah

Itulah beberapa waktu yang dilarang untuk berpuasa. Dari uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa ada tiga waktu khusus di mana umat Islam tidak diperbolehkan untuk berpuasa, bahkan dianggap haram. (Adm)