Konten dari Pengguna

Keamanan Pangan produk, Hingga Bisnis Kreatif Olahan Ikan dikala Pandemi

Bachrul Ilman

Bachrul Ilman

lahir di bandung , 15 agustus 1999 , sekarang merupakan mahasiswa universitas padjadjaran, fakultas perikanan dan ilmu kelautan, prodi perikanan. sekarang menjabat sebagai ketua ukm fortifikasi

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bachrul Ilman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Produk perikanan ternyata menjadi primadona dikala pandemi saat ini karena manfaat dari kandungan gizi ikan yang mampu meningkatkan imunitas tubuh, hal ini tentu menjadi peluang bagi para pelaku usaha di bidang olahan ikan salah satunya usaha olahan ikan diskala UMKM. Namun komoditas ikan termasuk ke dalam produk Perishable yaitu produk yang mudah rusak. Oleh karena itu perlunya menjaga kualitas produk dan strategi bisnis yang kreatif untuk dapat menjawab tangtangan usaha ditengah pandemi.

Dikutip dari WEBINAR Nasional FISHTABLE 5.0 yang diadakan UKMf FORTIFIKASI FPIK Unpad, mengusung tema “ Keamanan Pangan Dan Bisnis Kreatif Olahan Perikanan Dikala Pandemi” kamis, 22 Oktober 2020.

Keamanan Olahan Perikanan Saat Pandemi

Dosen FPIK unpad Rusky Intan Pratama., STP. M.Si menjelaskan bahwa banyak jenis bahaya yang dapat mempengaruhi kemanan pangan yaitu biologi, kimia, fisik, dan bahaya lainnya. Dalam situasi pandemi saat ini tentunya bahaya biologi menjadi sorotan utama salah satunya adalah bahaya virus.

“Virus tidak tumbuh dimakanan, namun produk dapat terkontaminasi virus dari kontak dengan orang yang terinfeksi selama penanganan produk sehingga virus dapat ditularkan bukan dari makanannya tapi melalui orang yang melakukan kontak dengan makanannya tanpa menerapkan protocol kesehatan” Tutur beliau.

Pemaparan Keamanan pangan di kala Pandemi oleh Rusky Instan Pratama STP., MSi selaku dosen FPIK Unpad

Pada proses pasca panen kontaminasi dapat terjadi di pabrik pengolahan atau selama penanganan makanan akibat drop let dan aerosol dari pekerja yang terinfeksi atau peralatan yang tidak dibersihkan. Oleh karena itu perlunya pembersihan dan disinfeksi peralatan secara berkala.

“Pada unit pengolahan salah satunya pasteurisasi dan pembekuan, secara umum pasteurisasi cukup mampu menghancurkan bakteri panthogen juga bisa mengin-aktifkan sejumlah besar virus termasuk Corona virus. sedangkan pembekuan, produk frozen food harus tetap berhati-hati karena dapat terindikasi virus masih dapat bertahan ” Ucap beliau .

Dilanjutkan dalam pemaparanya ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan resiko penyebaran covid pada produk, salah satunya dapat melalui pelatihan sanitasi dan hygiene staff/pekerja, mencuci tangan dengan baik, menerapkan protocol kesehatan, good hygiene practice, disinfeksi dan pembersihan serta melakukan 4 steps to food safety.

Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan

Dilanjutkan oleh Ir. Ady Surya selaku ketua umum MPHPI (Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia) kondisi perikanan Indonesia dimasa covid, sekaligus menjelaskan bahwa potensi perikanan Indonesia sangatlah besar maka perlunya pemanfaatan yang lebih, untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

sesi pemaparan potensi perikanan saat ini Oleh Ir. Ady Surya selaku Ketua Umum MPHPI (Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan)

“Diperlukanya kolaborasi dari setiap kalangan baik dari Akademisi, para pemBisnis dan kalangan birokrat (Government) atau bisa disingkat ABG, supaya kita dapat bersinergi, berdaulat, bermartabat dan bermanfaat bagi kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia” Tutur beliau.

Menjelaskan kondisi perikanan dimasa pandemi Ir. Ady Surya menyatakan ditengah kondisi pandemi banyak terjadi PHK diberbagai sektor indrusti, akan tetapi pada sektor indrusti pengolahan ikan tidak terjadi PHK, ini berhubungan dengan kebutuhan masyarakat akan produk pangan barbasis ikan meningkat, karena pasokan gizi untuk meningkatakan imunitas. Pada usaha olahan perikanan terjadi peruabahan pola dagang menjadi online , dengan variasi produk yang sangat beragam.

“Situasi Covid yang mendorong usaha olahan perikanan melakukan suatu perubahan yang signifikan untuk bisa beradaptasi dengan situasi saat ini agar ekonomi tetap lancar, kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi, imunitas semakin baik dan terjalin solidaritas untuk bergerak Bersama-sama” Ucap beliau dalam sesi Webinar.

Pada produk yang memiliki kemasan yang beragam dan praktis, cenderung bertahan serta mengalami peningkatan, akan tetapi produk yang disajikan langsung dalam bentuk fresh cenderung mengalami penurunan karena pembatasan sosial.

Dilanjutkan dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa UPI (Unit Pengolahan Ikan) Skala UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) terdapat 62,389 unit usaha sedangkan skala Menengah besar terdapat 975 Unit Usaha, sehingga kekuatan ekonomi bertopang kepada kondisi UMKM pada masyarakat. Peluang pasar produk perikanan di Indonesia meningkat karena konsumsi ikan Indonesia terus meningkat pula, terjadinya perubahan pola gizi masyarakat, tren kuliner masyarakat cenderung ke makanan sehat asal ikan, olahan yang praktis dan ikan bukan termasuk komoditas mahal. Pada tahun 2019 konsumsi ikan di indonesia sebesar 46 kg/kap/tahun.

Dalam akhir pemaparannya Ir. Ady Surya mendefinisikan Ikan sebagai Inovatif, Kreatif, Aktif dam Nominatif (IKAN) untuk kita semua agar menjadi SDM yang unggul dan berdaya saing, baik nasional maupun internasional. Ir Ady surya juga menyatakan bahwa Indonesia bisa saja menjadi The Biggest Fishsery Indrusty In The Word manakala negara memberikan jaminan dan perlindungan usaha baik UMKM maupun indrusti besar.

Strategi Bisnis Kreatif Dikala Pandemi

Dilanjutakan pada sesi pemaparan bisnis kreatif olahan perikanan oleh Ina Sawitri S.Pi Selaku Food Designer Of Sacita Community dan anggota dari The Local Enabler.

Dalam memulai sebuah bisnis tentunya harus dilakukan persiapan dan juga analisis pasar maupun konsumen, untuk mengetahui target pasar yang terpat. Penggunaan BMC (Business Model Canvas) merupakan salah satu cara kreatif menentukan target pasar dan awal perencaaan bisnis.

“Pada era covid ini banyak keluhan dari para pelaku usaha bahwa produk yang dijual tidak laku di pasar, namun penyebabnya bukan karena gak laku tapi terjadi perubahan-perubahan yang cepat. Yang biasanya orang nongkrong di café sekarang dirumah saja, belanja pun jadi online ” Ucapnya.

Pemaparan Bisnis kreatif dikala pandemi Ina Sawitri S.Pi , selaku Food Desaigner Of Sacita Community

Mengatasi perubahan yang cepat tersebut para pelaku usaha haruslah adatif menghadapi perubahan yang cepat, salah satunya dapat menggunakan beberapa tools bisnis kreatif yang dapat diaplikasikan pada konsep usaha . Adapun tools bisnis kreatif yaitu BMC, corong penjualan, The digital marketing funnel, the marketing funnel, B2B marketing flunnel, Flunnel Diagram, The Flywheel.

Ditambahkan dalam pemaparannya dalam perencanaan desain produk haruslah mengikuti tren budaya masa kini, sebagai contoh K-POP menjadi tren budaya masa kini dan tren ramah lingkungan. Dengan mengadaptasikan tren kedalam desain produk juga tambahkan value lain untuk menambah power dari produk sehingga dapat diterima oleh masyarakat.

Sumber :

Webinar nasional FISHTABLE 5.0 UKMf fortifikasi. keamanan pangan dan bisnis kreatif olahan perikanan dikala pandemi. 22 Oktober 2020. https://www.youtube.com/watch?v=gXR5aKzbUSg&t=6054s