Konten dari Pengguna

Bahasa Indonesia di Daerah Perbatasan: Bertahan di Tengah Dominasi Bahasa Asing

Bagas Dwi Prasojo

Bagas Dwi Prasojo

Mahasiswa Universitas Pamulang, Teknik Informatika

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bagas Dwi Prasojo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

(Sumber gambar : https://pixabay.com/illustrations/ai-generated-teacher-smiling-sign-9628989/)
zoom-in-whitePerbesar
(Sumber gambar : https://pixabay.com/illustrations/ai-generated-teacher-smiling-sign-9628989/)

Bahasa Indonesia merupakan simbol identitas nasional sekaligus alat pemersatu bangsa yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan bahasa daerah. Namun, eksistensinya tidak selalu kuat di seluruh wilayah Nusantara. Di kawasan perbatasan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, dan Filipina, penggunaan bahasa Indonesia sering kali kalah bersaing dengan bahasa asing maupun bahasa lokal setempat. Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keutuhan bahasa nasional.

Tantangan Bahasa Indonesia di Daerah Perbatasan

1. Pengaruh Bahasa Negara Tetangga

Di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Sabah dan Sarawak (Malaysia), masyarakat sering menggunakan bahasa Melayu Malaysia dalam interaksi sosial dan ekonomi. Hal ini dipicu oleh ketergantungan hubungan dagang, jangkauan siaran media lintas batas, serta kemiripan linguistik antarbahasa.

2. Kurangnya Infrastruktur Pendidikan

Akses terhadap pendidikan formal yang menggunakan pengantar bahasa nasional masih terbatas di beberapa wilayah terpencil. Banyak sekolah mengalami kekurangan tenaga pengajar, bahan ajar, serta fasilitas pendukung, sehingga proses pembelajaran tidak berjalan secara optimal.

3. Dominasi Bahasa Daerah dan Bahasa Asing

Bahasa daerah kerap lebih dominan digunakan dalam komunikasi harian. Sementara itu, tingginya intensitas interaksi ekonomi dengan negara tetangga mendorong masyarakat untuk lebih fasih menggunakan bahasa asing yang dianggap lebih praktis dan menguntungkan secara ekonomi.

Upaya Pelestarian dan Penguatan Bahasa Indonesia

1. Peran Guru dan Sekolah

Tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa nasional. Pelatihan guru khusus di wilayah terdepan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

2. Penguatan Media Lokal

Penyiaran media radio, televisi, dan platform digital lokal berbasis bahasa nasional dapat menjadi sarana penyebaran bahasa yang efektif dan menjangkau masyarakat luas.

3. Kebijakan Pemerintah

Pemerintah melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa terus menjalankan program penguatan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Salah satunya melalui pengiriman duta bahasa dan relawan literasi ke kawasan perbatasan.