Bahasa Indonesia: Mengapa Bisa Dipahami dari Sabang sampai Merauke?

Mahasiswa Universitas Pamulang, Teknik Informatika
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Bagas Dwi Prasojo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang memungkinkan masyarakat dari keberagaman suku, budaya, dan bahasa daerah untuk saling berkomunikasi. Di tengah luasnya wilayah Nusantara, mengapa bahasa Indonesia bisa dipahami dengan baik dari Sabang sampai Merauke?
Berawal dari Semangat Persatuan
Perjalanan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tidak dapat dipisahkan dari peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Pada saat itu, para pemuda dari berbagai daerah menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia.
Keputusan tersebut memiliki arti penting. Di tengah masyarakat yang memiliki banyak bahasa daerah, penggunaan satu bahasa bersama membantu membangun komunikasi lintas daerah dan memperkuat rasa sebagai bagian dari bangsa yang sama.
Bahasa Indonesia kemudian semakin berkembang dan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Indonesia Memiliki Banyak Bahasa Daerah
Keberadaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan menjadi semakin penting jika melihat kondisi Indonesia yang memiliki keragaman bahasa.
Setiap daerah memiliki bahasa dan dialek yang menjadi bagian dari identitas masyarakatnya. Bahasa Jawa, Sunda, Minangkabau, Bugis, Batak, Bali, Madura, dan berbagai bahasa daerah lainnya digunakan oleh masyarakat di wilayah masing-masing.
Keragaman tersebut merupakan kekayaan budaya. Namun, dalam situasi ketika seseorang dari satu daerah berkomunikasi dengan orang dari daerah lain, diperlukan bahasa yang dapat dipahami bersama.
Di sinilah Bahasa Indonesia memainkan perannya sebagai jembatan komunikasi.
Sekolah Membuat Bahasa Indonesia Semakin Dekat
Salah satu alasan Bahasa Indonesia dapat dipahami secara luas adalah penggunaannya dalam dunia pendidikan.
Sejak memasuki bangku sekolah, masyarakat Indonesia terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Buku pelajaran, ujian, tugas, dan komunikasi dalam lingkungan pendidikan banyak menggunakan Bahasa Indonesia.
Hal tersebut membuat seseorang dari daerah yang berbeda tetap memiliki kesempatan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa yang sama.
Ketika seorang siswa dari Sumatra bertemu dengan siswa dari Sulawesi atau Papua, misalnya, Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa yang digunakan untuk saling memahami.
Media dan Internet Memperluas Penggunaannya
Perkembangan media juga membuat Bahasa Indonesia semakin luas digunakan. Televisi, radio, surat kabar, situs berita, dan berbagai platform digital menggunakan Bahasa Indonesia untuk menjangkau masyarakat dari berbagai daerah.
Saat ini, internet bahkan membuat penggunaan Bahasa Indonesia semakin mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial, video, forum diskusi, dan berbagai konten digital mempertemukan orang-orang dari berbagai wilayah Indonesia dalam ruang yang sama.
Seseorang dapat membaca unggahan dari orang di daerah lain tanpa harus menguasai bahasa daerah yang digunakan oleh orang tersebut.
Bahasa Indonesia Tidak Harus Menggantikan Bahasa Daerah
Menjadi bahasa persatuan bukan berarti Bahasa Indonesia harus menggantikan bahasa daerah.
Keduanya memiliki fungsi yang dapat berjalan berdampingan. Bahasa Indonesia digunakan sebagai sarana komunikasi yang lebih luas, sedangkan bahasa daerah tetap memiliki peran penting dalam menjaga identitas, tradisi, dan kebudayaan masyarakat.
Seorang anak dapat menggunakan bahasa daerah ketika berbicara dengan keluarga atau masyarakat di lingkungannya, kemudian menggunakan Bahasa Indonesia ketika berada di sekolah atau berkomunikasi dengan orang dari daerah lain.
Dengan demikian, penggunaan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah tidak harus dipandang sebagai dua hal yang bertentangan.
Dari Bahasa Bersama Menjadi Jembatan Persatuan
Jika dipikirkan kembali, kemampuan masyarakat Indonesia untuk berkomunikasi lintas daerah merupakan sesuatu yang tidak sederhana.
Seseorang dari Aceh dapat berbicara dengan seseorang dari Papua. Orang Jawa dapat berdiskusi dengan orang Kalimantan. Mahasiswa dari berbagai daerah dapat belajar dalam satu kelas.
Mereka mungkin memiliki bahasa ibu yang berbeda, tetapi memiliki satu bahasa yang dapat digunakan untuk saling memahami.
Itulah salah satu kekuatan Bahasa Indonesia. Bahasa ini tidak menghapus keberagaman, tetapi membantu masyarakat yang beragam memiliki ruang komunikasi bersama.
Bahasa Indonesia dan Tantangan Generasi Sekarang
Di tengah perkembangan teknologi dan masuknya berbagai istilah asing, penggunaan Bahasa Indonesia juga menghadapi perubahan. Generasi muda semakin sering menggunakan campuran bahasa dalam percakapan sehari-hari, terutama di media sosial.
Perubahan tersebut merupakan bagian dari perkembangan bahasa. Namun, penggunaan Bahasa Indonesia tetap perlu diperhatikan, terutama dalam situasi formal seperti pendidikan, pekerjaan, dan komunikasi resmi.
Menjaga Bahasa Indonesia bukan berarti menolak perkembangan zaman. Justru, bahasa perlu terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat tanpa kehilangan fungsinya sebagai bahasa persatuan.
Persatuan Tidak Berarti Harus Seragam
Pada akhirnya, alasan Bahasa Indonesia dapat dipahami dari Sabang sampai Merauke bukan karena masyarakat Indonesia memiliki budaya dan bahasa daerah yang sama.
Justru sebaliknya, Indonesia memiliki keberagaman yang sangat luas. Bahasa Indonesia hadir sebagai jembatan agar keberagaman tersebut tetap dapat terhubung.
Kita boleh memiliki bahasa daerah yang berbeda, budaya yang berbeda, dan kebiasaan yang berbeda. Namun, ketika bertemu dengan masyarakat dari daerah lain, Bahasa Indonesia memberi kita sebuah cara untuk saling memahami.
Mungkin itulah makna sebenarnya dari bahasa sebagai alat persatuan: bukan membuat semua orang menjadi sama, tetapi membuat perbedaan tetap dapat saling berbicara.
