Konten dari Pengguna

Perubahan Zaman: Kebiasaan Sederhana di Rumah yang Menjadi Buktinya

Bagas Dwi Prasojo

Bagas Dwi Prasojo

Mahasiswa Universitas Pamulang, Teknik Informatika

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bagas Dwi Prasojo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kebiasaan sederhana di rumah dan perubahan zaman ( Sumber gambar: https://pixabay.com/photos/st-donatus-church-zadar-monastery-507024/ )
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kebiasaan sederhana di rumah dan perubahan zaman ( Sumber gambar: https://pixabay.com/photos/st-donatus-church-zadar-monastery-507024/ )

Fenomena perubahan zaman ternyata paling jelas terlihat dari kebiasaan sederhana kita di rumah, tempat yang menjadi saksi pergeseran gaya hidup harian kita. Tanpa perlu memperhatikan pembangunan gedung-gedung jangkung di pusat kota, cukup perhatikan bagaimana rutinitas keluarga kita pelan-pelan berubah dalam sepuluh tahun terakhir.

Saya ingat betul, dulu ruang keluarga dengan satu unit TV tabung adalah pusat gravitasi rumah. Jam berapa pun acara favorit tayang, kita akan kumpul bersama, kadang sambil berebut remote atau sibuk ngemil gorengan hangat. Sekarang, pemandangan itu makin langka. Kehadiran gawai pribadi dan layanan streaming membuat setiap orang punya layar hiburannya masing-masing, lengkap dengan headphone yang terpasang di telinga.

Jejak Perubahan Zaman di Sudut Rumah Kita

Pergeseran ini makin terasa saat kita memperhatikan pintu kulkas. Dulu, kertas memo yang ditempel magnet menjadi sarana utama untuk meninggalkan pesan singkat—mulai dari daftar belanjaan sampai petunjuk menghangatkan lauk. Hari ini, teknologi digital mengambil alih peran itu. Semua pesan berpindah ke grup percakapan keluarga di aplikasi pesan instan. Praktis, memang, tapi ada kehangatan coretan tangan yang perlahan menghilang.

Bahkan urusan dapur pun ikut berubah. Momen belanja ke pasar subuh atau masak bersama di akhir pekan kini kerap digantikan oleh kemudahan aplikasi pemesanan makanan online. Album foto fisik berukuran tebal yang dulu rajin dibongkar saat ada tamu berkunjung pun kini mulai berdebu di dalam lemari, berganti galeri foto digital yang tersimpan di ruang penyimpanan awan.

Menyadari fenomena perubahan zaman di dalam rumah sendiri ini sebenarnya bukan untuk mengajak kita bernostalgia secara berlebihan. Pergeseran ini adalah hal alami yang menawarkan efisiensi luar biasa. Namun, momen ini bisa menjadi pengingat hangat bahwa di tengah segala kemudahan modern, kehangatan komunikasi yang tulus dan kehadiran utuh di meja makan tetaplah fondasi rumah yang tak boleh tergerus.